728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 25 Oktober 2019

    Terdakwa Welly Tanubrata Dituntut 2 Tahun, 6 Bulan Penjara



        JPU Yusuf Akbar SH



        Terdakwa Welly & Hartoyo SH

    SURABAYA (mediasurabayarek.com) -   Tibalah saat pembacaan surat tuntutan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yusuf Akbar dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, yang menuntut  terdakwa Welly Tanubrata dengan tuntutan 2 tahun, 6 bulan penjara. 

    Pembacaan tuntutan oleh JPU ini dibacakan di ruang  Sari 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya,  Kamis (24/10/2019).


    "Menjatuhkan pidana pada terdakwa Welly Tanubrata dengan tuntutan 2 tahun, 6 bulan penjara," kata JPU Yusuf Akbar di hadapan Hakim Ketua Maxi Sigarlaki SH, Kamis (24/10).


    Menurut JPU Yusuf Akbar, terdakwa  Welly Tanubrata terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar  pasal  378  jo 64 ayat (1) KUHP dan pasal 372 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP.


    Seusai pembacaan tuntutan ini, Hakim Ketua Maxi Sigarlaki mengatakan, terdakwa  Welly dan penasehat hukumnya diberikan kesempatan untuk mengajukan nota pembelaan (pledoi) pada Kamis (7/11/2019) mendatang.

    "Kami memberikan kesempatan pada terdakwa dan penasehat hukum untuk menyampaikan pledoinya dua minggu lagi. Bagaimana pendapat penasehat hukum," ucap Hakim Ketua Maxi.

    Mendengar hal tersebut, penasehat hukum terdakwa, Hartoyo SH menyatakan, pihaknya meminta waktu dua minggu untuk menyusun nota pembelaan (pledoi) bagi terdakwa Welly.

    "Kami minta waktu dua minggu Yang Mulia. Kami akan membacakan pledoi gabungan terdakwa dan penasehat hukum," pinta Hartoyo SH MH.

    Langsung Hakim Ketua Maxi mengabulkan permohonan penasehat hukum terdakwa ini. "Baiklah kalau begitu, tetapi tolong jangan ditunda lagi ya," cetus Hakim Ketua Maxi seraya mengetukkan palunya sebagai pertanda sidang ditutup dan berakhir.


    Sehabis sidang, penasehat hukum terdakwa, Hartoyo SH MH mengatakan, tuntutan jaksa dinilai ketinggian. Tetapi, akan menyiapkan dan menyusun pledoi yang akan disampaikan dua pekan lagi di persidangan.

    Dalam dakwaan jaksa penuntut umum, menyebutkan bahwa, mulanya Welly  tawarkan ruko pada saksi Andrias Thamrun  (sudah meninggal)  seharga Rp 5 miliar. Sampai hari H sudah dibayar lunas, namun surat-suratnya  tidak diserahkan dan ruko dikontrakkan pada orang lain .

    Atas perbuatan  Welly ini, saksi Andrian Thamrun mendeirta kerugian  sebesar Rp 5 miliar. 

    Dalam perkara 2122/Pid.B/2019/PN Sby, itu bermula terdakwa Welly Tanubarata pada Agustus 2016  sampai Februari  2018 bertempat di rumah saksi Andrias Thamrun diJl Kupang Indah I/17 RT 004 RW 005 Kel Sono, Kwijenan Kec . Sukomanunggal Surabaya.


    Pada Agustus 2016 di rumah saksi Andrias Thamrun dan saksi Repeka Hendrawati di di Jl Kupang Indah I/17 RT 004 RW 005 Kel Sono, Kwijenan Kec . Sukomanunggal Surabaya. 

    Terdakwa bersama sama ibunya, Mariani datang ke rumah saksi Andrias Thamrun dan saksi Repeka Hendrawati dengan maksud untuk meminta tolong kepada saksi Andrias Thamrun untuk membeli ruko atas nama  Mariani Tanubrata yang terletak di jl Kertajaya No 41 Surabaya seharga Rp 5 miliar. 

    Saat itu, saksi Andrias Thamrun tidak diperlihatkan surat surat ruko oleh terdakwa.  Ini mengingat  Andrias Thamrun sudah kenal lama dengan terdakwa. Maka saksi Andrias  selanjutnyua menyepaktinya.

    Saksi Andrias Thamrun menyuruh saksi Repeka Hendrawati , istrinya untuk menstransfer  pembelian ruko secara bertahap ke rekenng terdakwa welly Tanubrata di bank BCA.


    Sehingga total pembayaran yang dilakukan saksi Andrias  Thamrun sebesar Rp 5 miliar. Atas perbuatan terdakwa ini, dijerat pasal 378  jo 64 ayat (1) KUHP. 
    (ded)





    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Terdakwa Welly Tanubrata Dituntut 2 Tahun, 6 Bulan Penjara Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas