728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 03 Oktober 2019

    Sidang Perdana Henry J Gunawan dan Istri, Ajukan Eksepsi dan Pengalihan Tahanan








       Masbuhin SH MH 


    SURABAYA (mediasurabayarek.com) – Sidang perdana terdakwa Bos PT. Gala Bumi Perkasa, Henry Jocosity Gunawan bersama istri, Iuneke Anggraini, yang tersandung  dugaan   perkara memberikan keterangan palsu pada akta otentik, digelar di ruang Garuda 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (03/10/2019).

    Persidangan dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Prakosa dari Kejaksaan Negeri Surabaya di hadapan  di depan Hakim Ketua  Dwi Purwadi SH.

    Dalam dakwaannya, JPU mendakwa Henry dan Iuneke telah melakukan,  menyuruh melakukan, menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam suatu akta otentik mengenai suatu hal yang kebenarannya harus dinyatakan oleh akta itu dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai akta itu seolah-olah keterangannya sesuai dengan kebenaran, diancam jika pemakaian itu dapat menimbulkan kerugian.

    “Kedua terdakwa melanggar pasal 266 ayat (1) KUHP Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” ujar JPU Ali Prakosa ketika  membacakan surat dakwaannya.


    Adanya dakwaan ini, kuasa hukum kedua terdakwa,  Masbuhin SH MH menyatakan, akan mengajukan nota keberatan (eksepsi) pada sidang berikutnya.

    “Ijin pak Hakim, kami akan  mengajukan eksepsi. Selain itu, kamo memohon kepada pak hakim  untuk mengajukan pengalihan tahanan kedua terdakwa," katanya.

    Atas permohonan penangguhan penahanan ini, Hakim Ketua Dwi Purwadi akan mempertimbangkan lebih dulu.


    “Baik, kami kami pertimbangkan dulu,”  cetus  majelis hakim seraya mengetukkan palunya sebagai pertanda sidang ditutup.



    Sebagaimana diketahui, terdakwa Henry dan Iuneke dilaporkan ke Polrestabes Surabaya atas dasar dugaan memberikan keterangan palsu pada akta otentik bahwa Iuneke sebagai istrise sebagaimana dituangkan dalam akta perjanjian pengakuan hutang No. 15 tanggal 6 Juli 2010 dan Akta Personal Guarantee No.16 tanggal 6 Juli 2010.

    Namun, i kedua terdakwa baru melakukan perjanjian kawin di Vihara Buddhayana Surabaya pada tanggal 08 November 2011 dan dicatatkan pada Dinas Kependudukan Catatan Sipil Kota Surabaya berdasarkan Akta Perkawinan Nomor 3578-KW-12112011-0013 tanggal 09 November 2011.

    Adanya keterangan yang tidak benar tersebut, PT. GNS merasa dirugikan secara materiil maupun immateriil. Karena PT. GNS telah menyerahkan uang sebesar Rp.17.325.000.000,- dan hutang piutang ini terjadi sejak tanggal 06 (enam) Juli 2010 (dua ribu sepuluh). (ded)
    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Sidang Perdana Henry J Gunawan dan Istri, Ajukan Eksepsi dan Pengalihan Tahanan Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas