728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 03 Oktober 2019

    Sidang Pembakaran Polsek Tambelangan, Hadirkan 6 Saksi Polisi di Persidangan










    SURABAYA (mediasurabayarek.com) – Sidang lanjutan  perkara pembakaran Mapolsek Tambelangan, Sampang ,Madura, kembali  digelar dengan agenda mendengarkan keterangan enam (6) saksi dari Polsek Tambelangan di ruang Candra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya,  Rabu (2/10/2019).


    Keenam saksi yang dihadirkan di persidangan adalah  anggota Polsek Tambelangan. Mereka adalah M Aminuddin (Kanit Sabhara), Hermanto (Kanit Reskrim), Nurfaik (Kanit Intel), Edi Sutrisno, Khairul Anam dan Kapolsek.

    Dalam keterangannya,  M Aminudin (Kanit Sabhara) menyatakan,  sebelum kejadian pembakaran masih  sempat melihat terdakwa Habib Hasan di sekitar lokasi kejadian perkara.

    “Ada sebanyak 50 orang berkumpul dan saya melihat Habib Hasan berdiri disisi Selatan Mapolsek sembari melambaikan tangan ke arah massa. Seolah-olah  memberikan aba-aba,” ucapnya.

    Sementara itu, , Edi Sutrisno, anggota Polsek Tembelangan memaparkan,  kronologis kejadian pada Rabu (22/5/2019) lalu, terlihat massa mendatangi Mapolsek, ketika  seluruh anggota Polsek mengikuti apel rutin di halaman.

    “Mendadak, terlihat dari arah utara berdatangan, yang sepertinya puluhan massa simpatisan ormas melempari batu dan bom molotov ke arah kami (polisi yang sedang apel-red),” katanya.


    Mulanya, hanya berupa lemparan berupa batu yang diperoleh dari sekitar lokasi. Namun, mendadak menyusul  lemparan beberapa  bom molotov yang mengenai mobil dinas patroli hingga terbakar.  Juga, puluhan motor yang berada di halaman Mapolsek rusak dan hancur.

    Dalam kondisi terdesak hebat, polisi melepaskan tembakan peringatan dengan menggunakan peluru karet. Tetapi, massa yang sudah telanjur beringas, tidak bisa dihentikan dan diredam oleh polisi.

    Terpaksa,  petugas kepolisian meloloskan diri melewati pintu belakang Mapolsek untuk meminta bantuan warga setempat. Sebagian polisi, meminta bantuan pada Polres Sampang.

    Sebagaimana diketahui,  perkara pembakaran Polsek Tambelangan ini di split  menjadi dua berkas perkara.  Dalam berkas pertama, ada tiga terdakwa yakni Habib Abdul Qhodir Bin Al Hadad, Hadi Mustofa dan Supandi.

    Sedangkan berkas kedua, ada enam terdakwa yaitu  Satiri, Bukhori alias Tebur, Abdul Muqtadir, Hasan Achmad, Ali dan Abdul Rohim.

    Perbuatan pembakaran dan pengrusakan Mapolsek Tambelangan dilakukan oleh para terdakwa,  yang diduga   dipicu oleh merebaknya informasi hoaks yang menyebut seorang ulama Madura ditangkap polisi saat mengikuti aksi 22 Mei lalu di Jakarta.

    Gara-gara perbuatan para terdakwa tersebut, Polsek Tambelangan hancur serta tidak dapat digunakan lagi.

    Kuasa hukum para terdakwa, Andry Ermawan SH menanyakan pada para saksi, apakah Habib memberikan aba-aba serang atau serbu. 

    Atas pertanyaan ini, saksi Hermanto dan Nurfaik mengatakan, terdakwa Habib hanya memberikan aba-aba saja. Namun demikian, ada gerakan massa menuju Polsek Tambelangan.


    Di tempat yang sama , kuasa hukum para terdakwa lainnya, Agung Widodo SH MH bertanya pada para saksi , apakah mobil dinas  patroli juga dilempari bom molotov.

    "Ya, benar pak. Ada sejumlah  bom molotov yang mengenai mobil dinas patroli hingga terbakar.  Juga, puluhan motor yang berada di halaman Mapolsek rusak dan hancur. Kondisi Polsek rusak parah dan hancur, sehingga tidak bisa dioperasikan lagi," ungkap sejumlah saksi.

    Kala itu, lanjut saksi Nurfaik, mobil dinas patroli yang terkena lemparan molotov terbakar hebat dan menyala. Ketika kejadian itu, terdapat 14  anggota Polsek dan Kapolsek di tempat kejadian perkara (Maposek-red).


    Dalam sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Rochmad SH, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Junaidi menegaskan, pihaknya merasa sudah cukup menghadirkan saksi di persidangan.

    "Kami merasa cukup sudah menghadirkan saksi di persidangan Yang Mulia," tukas JPU Junaidi. 

    Mendengar hal ini, Andry Ermawan SH dan Agung Widodo SH MH mengungkapkan, pihaknya akan berusaha menghadirkan  saksi-saksi yang meringankan di persidangan berikutnya.

    "Kami akan berupaya menghadirkan saksi yang meringankan nantinya Yang Mulia," tandas Andry dan Agung Widodo SH MH.

    Ditambahkan Hakim Ketua, Rochmad, agenda sidang selanjutnya adalah pemeriksaan para terdakwa yang akan dilakukan pada Kamis (10/10/2019) mendatang.

    "Baiklah, Kamis depan adalah pemeriksaan terdakwa dulu. Kalau, ada saksi meringankan bisa disiapkan dulu," katanya.


    Tampaknya majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya berusaha menerapkan persidangan yang efektif, efisien ,dan biaya murah. Ini sejalan dengan  Mahkamah Agung mengusulkan kepada Menteri Kehakiman untuk menetapkan atau menunjuk Pengadilan Negeri lain sesuai dengan pasal 85 KUHAP, untuk mengadili perkara tersebut yang tertuang dalamKeputusan Ketua MA RI Nomor : 104/KMA/SK/Vll/2019, tanggal 22 Juli 2019 tentang penunjukkan Pengadilan Negeri Surabaya untuk memeriksa dan memutus perkara pidana para terdakwa. (ded)

    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Sidang Pembakaran Polsek Tambelangan, Hadirkan 6 Saksi Polisi di Persidangan Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas