728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 08 Oktober 2019

    Sehabis Sidang Perdana Gugatan PMH , Penggugat dan Para Tergugat Cek-Cok Mulut


        Arjuna Prima SH &  Siswoko (tergugat IV)

        Hariati (penggugat/kiri) 

    SURABAYA (mediasurabayarek.com) -  Gugatan perbuatan melawan hukum (PMH)   yang diajukan Hariati (penggugat) melawan Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang /KPKNL Surabaya (tergugat I), PT MNC Finance (tergugat II), Kepala Kantor Pertanahan Kota Surabaya II (tergugat III), Siswoko, pensiunan TNI (tergugat IV) dan Ritzky Syahputra—pegawai KPP PT MNC Finance (turut tergugat/TT),  berlangsung memanas yang digelar di ruang Cakra  Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (7/10/2019).


    Dalam sidang gugatan PMH yang dipimpin oleh Hakim Ketua Anton, mengagendakan pembacaan gugatan yang dihadiri penggugat dan tergugat I, II, III, IV dan  TT.

    Dalam alasan gugatan disebutkan,  salah satunya  adalah peristiwa  bahwa penggugat oleh tergugat IV diajak kerjasama usaha jual-beli property bekerjasama dengan turut tergugat di luar jam kerja.

    Kemudian turut tergugat memfasilitasi pemberian pinjaman melalui jasa pinjaman dari tergugat II. Sehingga dilaksanakan perjanjikan sebagaimana dimaksudkan dalam akta Nomor 87 tanggal 15 Agustus 2018 tentang perjanjian pembiayaan multiguna dibuat di hadapan Ariyani SH, notaris di Surabaya.


    Untuk kepentingan pengurusan dan pengelolaan keuangan yang bersumber dari pembiayaan yang difasilitasi turut tergugat, maka tergugat IV proaktif melakukan pengambilan dana pinjaman dari tergugat II dengan  cara turut tergugat memberikan kemudahan proses pengambilan.

    Sehingga segala aksep penerimaan tidak mengalami hambatan , sekalipun penggugat tidak hadir di kantor terhugat II dan cukup dilakukan oleh tergugat IV menyerahkan dokumen aksep yang diterbitkan tergugat II.

    Kemudian penggugat menandatanganinya , sehingga secara bertahap dana pinjaman untuk pembiayaan binsis property di Surabaya telah digunakan sepenuhnya oleh tergugat IV tersebut.

    Dan untuk menjamin pengambilan dana pinjaman tergugat II sepakat menerima jaminan berupa obyek sengketa milik penggugat, sebagaimana diperjanjikan pada pasal 6 akta Nomor 87 tanggal 15 Agustus 2018.


    Kemudian untuk pengembalian dana pinjaman mengalami hambatan, karena tergugat IV tidak melaksanakan kewajiban sebagai mitra usaha bisnis property, sehingga penyelesaiannya tidak kunjung selesai sampai sekarang. 

    Sehingga,  terpaksa dilakukan upaya hukum, yaitu penggugat melaporkan adanya tindak pidana yang berkaitan dengan obyek sengketa yang berakibat merugikan penggugat, sebagaimana bukti surat tanda lapor polisi bernomor PB/743/VIII/2019/UM/Jatim tanggal 28 Agustus 2019 yang saat in dalam proses penyelidikan/penyidikan atau proses hukum.

    Sehabis sidang, Hariati (penggugat) dan tergugat I, II, III, IV dan Turut Tergugat (TT) sempat terlibat argumentasi dan cek-cok mulut. Sebab, para tergugat dan TT merasa adalah korban dari perbuatan yang dilakukan Hariati (penggugat) hingga mengalami kerugian. 

    Akibat cek-cok mulut antara penggugat dan para tergugat di luar persidangan yang makin memanas, sampai-sampai dilerai oleh satpam PN Surabaya. "Biarkan perkara  bapak-ibu diselesaikan oleh majelis hakim PN Surabaya. Tak perlu ribut di sini," tegur satpam PN Surabaya.

    Sementara itu, sehabis sidang , kuasa hukum Siswoko (tergugat IV ), Arjuna Prima SH menyatakan, penggugat mengajukan gugata PMH terhadap tergugat I, II, III, IV dan Turut Tergugat (TT). Padahal, para tergugat adalah korban dari  penggugat yang  mengajak bisnis di bidang properti dan mobil, yang ternyata abal-abal.




    "Untuk tergugat IV (Siswoko) mengelami kerugian sebesar Rp 250 juta. Kendati ada jaminan sertifikat rumah di Desa di Bojonegoro dari penggugat, tetapi kalau dijual hanya seharga Rp 50 juta.  Kami ingin kerugian klien kami dikembalikan sepenuhnya oleh penggugat," kata Arjuna Prima SH.


    Menurut  Arjuna Prima SH, sebenarnya para tergugat adalah korban yang dirugikan oleh Hariati, tetapi penggugat malah menggugat tergugat (korbannya) dengan gugatan  PMH di PN Surabaya.


    Sementara itu, Erna--korban --mengungkapkan, pihaknya telah meminjamkan uang pada Hariati sebesar Rp 100 juta dan sertifikat rumah senilai Rp 800 juta.

    "Saya mau memberikan pinjaman uang dan sertifikat, karena Hariati menjanjikan akan memberikan bunga sebesar 5 persen per bulan. Katanya untuk bisnis mobil ternyata tidak ada," cetus Erna. 

    Ditambahkan Satriyo--anak buah Hariati-- menegaskan, pihaknya disuruh Hariati mencarikan dana untuk bisnis jual-beli mobil pada tahun 2017 -2018. Hingga dapat dana Rp 200 juta sampai Rp 300 juta.Namun, bisnis mobil yang ditawarkan Hariati, tidak pernah ada.  (ded)





    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Sehabis Sidang Perdana Gugatan PMH , Penggugat dan Para Tergugat Cek-Cok Mulut Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas