728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 22 Oktober 2019

    Keterangan 2 Saksi Lemah, Lebih Banyak Menjawab Tidak Tahu










    SURABAYA (mediasurabayarek.com) -  Sidang lanjutan terdakwa Michael Chung, yang diduga melanggar  pasal 49 ayat (2) huruf d Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 tahun 1998 tentang Perbankan, memasuki tahapan pemeriksaan saksi di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa ( 22/10/2019).

    Kali ini, Jaksa PenuntutUmum (JPU) Ni Putu Parwati, Rahayu dan Rakhmad Hari Basuki menghadirkan dua saksi fakta, yakni  I Made Astika (legal officer) dan Oktaves (bagian HRD) di persidangan.

    Dalam keterangannya, kedua saksi yakni I Made Astika dan Oktaves, ternyata tidak mengetahui fakta yang sebenarnya. Sebab, faktanya, mereka hanya membaca berkas dan tidak semuanya dimengerti dan dipahami.

    "Keterangan yang mereka sampaikan di persidangan, hanya sepotong-sepotong. Padahal, keterangan kedua saksi menyangkut nasib terdakwa Michael Chung  yang ditahan ini," ucap kuasa hukum terdakwa Michael Chung, Antonius Winda SH kepada media massa, sehabis sidang, Selasa (22/10/2019).

    Parahnya lagi, para saksi lebih banyak menjawab pertanyaan dari Hakim Ketua Jihad Arkanudin, Jaksa dan kuasa hukum terdakwa, Antonius Winda seringkali menjawab tidak tahu dan lupa.

    "Saksi lebih banyak menjawab tidak tahu dan tidak mengerti fakta yang terjadi sebenarnya.  Terdakwa dijerat pasal  49 ayat (2)  huruf d UU Perbankan," katanya.

    Ihwal, terdakwa Michael Chung dijadikan terdakwa, bermula dari adanya surat pernyataan dan  kerugian timbul dari  gugatan perdata  atas nama Wahyudi   Prasetyo, ketika mengajukan gugatan perdata diketemukan pelapor ( I Made Astika) ada 2 surat pernyataan  yang ditandatangani oleh terdakwa.

    Padahal, kenyatananya, selain surat pernyataan itu, masih ada banyak sekali bukti lainnya yang menjadi pertimbangan hakim dan memenangkan gugatan perdata Wahyudi.

    "Bukan hanya surat pernyataan terdakwa saja, karena banyak sekali bukti lainnya yang dijadikan pertimbangan  hakim dan gugatan dimenangkan oleh penggugat.  Surat pernyataan itu hanya berupa fotokopi belaka,"  cetus Antonius Winda SH.

    Menang dalam gugatan perdata itu, bukan karena adanya  surat pernyataan dan tidak ada relevansinya sama-sekali. "Eksekusi itu bukan karena adanya surat pernyataan itu. Baik pelapor (Ni Made Astika ) dan Oktaves, keduanya tidak bisa menyebutkan dengan jelas kob-deksnya mana. Masak terdakwa hanya 1,5 bulan jadi PJS dan dijadikan terdakwa," ungkapnya.

    Antonius Winda SH menyesalkan, pelapor yang hanya melapor begitu saja, tanpa mengetahui duduk persoalan dan melakukan klarifikasi terlebih dahulu. "Langsung melaporkan terdakwa atas suruhan dari pimpinan Bank JTrus," sesalnya.

    Ketiak Antonius Winda SH menanyakan pada saksi, perihal tanda tangan surat pernyataan itu sebagai apa ?

    Saksi menjawab , dalam surat pernyataan itu terdakwa  bukan sebagai  pimpinan cabang Bank Century, bahkan  bersama -sama dengan karyawan lainnya menandatangai surat pernyataan tersebut. 

    "Kenapa Micheal Chung yang  menjadi terdakwa ? Lagian, tidak ada keterangan sebagai pimpinan cabang Bank Century.  Kedua saksi menerangkan dalam surat pernyataan itu tidak ada keterangan Michael Chung sebagai pimpinan cabang Bank Century ," tukas Antonius Winda SH.

    Sebagaimana diketahui, Wahyudi menggugat perdata terhadap Bank Century untuk pengembalian dana reksadana yang disetorkan melalui Bank Century.

    "Masalah materiil  perdata itu di luar saya. Gara- gara masalah ini, kemudian menjadi perkara pidana ini. Kami harus menggali di sini, apakah memang sengaja membuat atau ada fakta lain. Kedua saksi yang dihadirkan itu tidak bisa menunjukkan fakta yang sebenarnya. Semoga saksi lainnya lagi, bisa memberikan keterangan yang sebenarnya mengenai surat pernyataan itu," kata Antonius Winda SH.


    Sebagaimana dalam dakwaan Jaksa, disebutkan bahwa 
    Michael Chung—pegawai Bank Century dan menjabats ebagai Kabag Operasional PT Bank Century Tbk berdasarkan surat Keputusan PT Bank Century Nomor : 121/SK/century/SDM/VI/2007 tanggal 11 Juni 2007 dan sebagai pejabat sementara (PJS) Pimpinan Cabang PT Bank Century Tbk Cabang Surabaya Kertajaya Jl Kertajaya 79, Surabaya.

    Terdakwa selaku anggota Dewan Komisaris, Direksi atau pegawai bank yang dengan sengaja tidak melaksanakan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan ketaatan bank terhadap ketentuan dalam Undang-Undang ini dan ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya yang berlaku bagi bank.


    Awal mulanya pada tahun 2004, Wahyudi Prasetyo, nasabah PT Bank Century Tbk Cabang Surabaya Kertajaya telah membeli produk reksadana atau investasi dana tetap terproteksi melalui PT Bank Century Tbk Cabang Surabaya Kertajaya.

    Kemudian pada tahun 2005 managemen PT Bank Century Tbk sudah tidak menjadi sub penjualan reksadana/investasi dana tetap terproteksi PT Antaboga sesuai dengan peraturan Bank Indonesia.


    Kemudian pada Nopember 2008 PT Bank Century Tbk terjadi likuidasi yang dilakukan oleh pemerintah melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), sehingga semua kegiatan perbankan PT Bank Century Tbk pada saat itu harus seijin LPS.

    Riwayat antara PT Bank JTrus Indonesia dengan PT Bank Century Tbk, awalnya bernama PT Bank CIC International Tbk dan sekarang berubah menjadi PT Bank JTrust Indonesia Tbk berdasakan akta perusahaan.



    Bahwa tugas dan tanggungjawab terdakwa selaku pegawai PT Bank Century Tbk atau Bank JTrust yang menduduki jabatan Kabag Operasional berdasarkan surat keputusan PT Bank Century Tbk Nomor 121/SK/Century/SDM/VI/2007 tanggal 11 Juni 2007 ssuai job screption.


    Pada 11 Februari 2009, nasabah PT Antaboga mendatangi kantor PT Bank Century Tbk Cabang Surabay untuk melakukan demonstrasi, antara lain nasabah bernama Gayatri dan Wahyudi Prasetyo dan beberapa nasabah lainnya.

    Mereka menuntut pengembalian dana yang telah diinvestasikan ke PT Antaboga dan nasabah yang melalukan demo termasuk Gayatri dan Wahyudi Prasetyo untuk bertemu langsung dengan pimpinan atau kepala cabang PT Bank Century untuk menanyakan kepastian dana mereka yang telah disetor.

    Kemudian, pada saat itu terdakwa Michael Chung , Kabag Operasional dan PJB pada PT Bank Century Tbk Cabang Surabaya Kertajaya menemui para nasabah pendemo dan pada saat itu para nasabah meminta kepada terdakwa untuk membuat surat pernyataan berkop PT Bank Century Tbk dan selanjutnya terdakwa membuat 2 lembar surat pernyataan.

    Surat pernyataan tanggal 11 Februari 2009 yang ditandatangani Michael Chung dan pegawai bank lainnya. Intinya bahwa, yang bertanggungjawab atas penempatan dana reksadana /inevastsi tetap PT Antaboga adalah tanggungjawab Bank Century. 

    Karena LPS mengambil alih semua asset asset Bank Century dan menjadi pemilik baru bank Century, maka LPS juga bertanggungjawab semua kewajiban kewajibannya untuk membayar ke nasabah reksadana/investasi dana tetap terproteksi tersebut.

    Surat pernyataan tanggal 23 Februari 2009 yang ditandatangani oleh terdakwa Michael Chung dan pegawai bank lainnya. Intinya pembelian produk investasi dana tetap terproteksi atas nama Yap Yopie yuwono menjadi tanggungjawab Bank Century.

    Terdakwa tidak berhak untuk membuat 2 surat pernyataan tersebut, karena tidak sesuai tugas dan tanggungjawabnya, dan seahrusnya sebelum terdakwa membuat 2 surat pernyataan tersebut terlebih dahulu berkoordinasi dengab pimpinan , dalam hal ini Direktur PT Bank Century sebagaimana diatur dalam job descripton perbankan.

    Seiring perjalanan waktu, pada tahun 2012 nasabah atas nama Wahyu Prasetyo dan nasabah lainnya telah menggugat perdata terhadap PT Bank JTrust Tbk di PN Surabaya dengan nomor register perkara: 55/Pdt.G/2012/PN Sby tanggal 29 Oktober 2012 dengan pokok materi gugatan bahwa PT Bank Century Tbk bertanggungjawab atas penjualan reksana/Investasi dana tetap terproteksi kepada PT Antaboga , yang mana PT Bank Century Tbk pada saat itu dilakukan gugatan perdata sudah berubah nama menjadi PT Bank JTrust.


    Dalam proses sidang di PN Surabaya penggugat mengajukan 2 surat pernyataan yang ditandatangani oleh terdakwa Michael Chung tertanggal 11 Februari 2019 sebagaimana bukti P-27 dan surat pernyataan tanggal 23 Februari 2009 sebagai bukti P-28.

    Sehingga gugatan perdata dimenangkan oleh penggugat atas nama Wahyu Prasetyo dkk dan perkara perdata tersebut telah berkekuatan hukum tetap pada tahap peninjauan kembali (PK) sesuai keputusan MA RI Nomor : 04/PK/Pdt/2017 tanggal 29 Maret 2017 dan terhadap putusan tersebut telah dilakukan eksekusi terhadap lelang jaminan berupa bangunan yang berdiri di atas tanah sesuai ijin pemakaian tanah Nomor : 188.45/0923P/436.7.11/2017 seluas 382,7 M2 atas nama PT Bank Mutiara Tbk yang terletak di Jl Kertajaya 79 A Kelurahan Airlangga Kota Surabaya dengan harga lelang snilai Rp 13.344.000.000

    Selain itu, sebidang tanah dan bangunan sesuai setifikat hak guna bangunan nomor : 1009/Kel/Krembangan Selatan seluas 117 M2 atas nama PT Bank Century yang terletak di Jl Rajawali 51 A, Kelurahan Krembangan Selatan, Surabaya dengan harga lelang sneilai Rp 5.720.000.000

    Akibat perbuatan terdakwa Michael Chung, pihak Bank JTrust Cabang Surabaya Kertajaya mengalami kerugian kruang lebih Rp 19.064.000.000

    Perbuatan terdakwa diancam pidana sesuai pasal 49 ayat (2) huruf b Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 tahun 1998 tentang perubahan atas UU RI Nomor 7 Tahun 1992 tentang perbankan. (ded)



















    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Keterangan 2 Saksi Lemah, Lebih Banyak Menjawab Tidak Tahu Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas