728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 30 Oktober 2019

    Pencarian Identitas Jackson Tanudjaya, Tak Ada Hubungan Dengan Warisan

       Rusdin Ismail  SH


       Suasana sidang



    SURABAYA (mediasurabayarek.com) -  Lanjutan sidang  terdakwa Hari Pujianto, Bos PT. Hasil Prima Intersarana yang tersandung dugaan kasus memalsukan keterangan palsu ke dalam akta autentik, dengan agenda pemeriksaan saksi digelar di ruang Garuda 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (24/10/2019).

    Dalam sidang kali ini,  Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Putu Parwati dan Sri Winarni, dari Kejaksaan Tinggi Jatim menghadirkan saksi Rudi Lawalata (notaris) di persidangan.


    Dalam keterangannya, saksi Rudi Lawalata  menyatakan, bahwa sehari - harinya dan faktanya  Jackson anaknya Poly Tanudjaya. 


    Dalam persidangan yang dipimpin oleh Hakim Ketua Anne Rusiana SH menyarankan, agar terdakwa Hari Pujianto dan pelapor berdamai saja. "Kalian semua kan, masih keluarga. Sebaiknya berdamai saja. Tetapi, kalau tidak mau, sidang ini akan tetap dilanjutkan," ucapnya.

    Sidang akan dilanjutkan Kamis (31/10/2019) depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi lainnya.


    “Sidang kita lanjutan pekan depan, untuk mendengarkan keterangan saksi lainnya,”  kata Hakim Ketua,  Anne seraya mengetuk palunya, sebagai pertanda sidang ditutup.

    Sehabis sidang , Penasehat hukum terdakwa, Rusdin Ismail SH  mengatakan , bahwa anaknya Poly  Tanudjaya itu Jackson. Lalu ada desas-desus yang menyatakan secara surat Jackson itu  anaknya Yohanes.

    "Karena itu, Hari (terdakwa-red)  meminta  saya untuk  mencari informasi bahwa secara surat itu Jackson itu  anaknya siapa ?  Kendati,  secara fakta Jackson itu  anaknya Poly," ucap  Rusdin Ismal SH.

    Walapun keterangan saksi Rudi menyebutkan bahwa,  sehari - harinya dan faktanya  Jackson anaknya Poly.  


    "Akan kita buktikan dengan  surat KK Yohanes,  ada atau tidak nama Jackson dalam KK. Sebab, untuk membuat akta anak, tentu dibutukan dukungan surat pendukung.  Misalnya,  surat nikah, KTP, asal-usul lain,  adopsi pengadilan dan lainnya. Tidak boleh surat di bawah tangan dan harus ada penetapan,"   kata Rusdin Ismal SH.


    Untuk pencarian identitas Jackson guna keperluan apa, Rusdin Ismail SH mengaku tidak tahu. "Apakah Jackson itu anak Yohanes atau tidak. Hal itu tidak ada hubungannya dengan warisan.  Perihal dakwaan JPU salah atau tidak, hal itu menjadi kewenangan jaksa untuk membuktikan nantinya," cetusnya.


    Sebagaimana diketahui, dalam surat dakwaan JPU disebutkan bahwa terdakwa Hari Pujianto SE sebagai pimpinan PT Hasil Prima Intersarana yang bergerak di bidang kontraktor  adalah suami dari Yenita Tanudjaya yang merupakan anak kandung  Yohanes Tanudjaya. 

    Sedangkan Yohanes Tanudjaya  merupakan adik kandung  Poly Tanudjaya .
    Dan selanjutnya dalam kartu keluarga (KK)  Yohanes Tanudjaya disebutkan nama Jackson Tanudjaya sebagai anak Yohanes Yanudjaya.


    Padahal, Jakcson Tanudjaya merupakan anak kandung dari  Poly Tanudjaya , sehingga terdakwa menyuruh Muksin (alm) yang merupakan suami dari salah satu karyawan terdakwa yang bernama Sri Wahyuni, untuk melihat KK atas nama Poly Tanudjaya di kantor Kelurahan Panjangjiwo Surabaya, dengan maksud agar tidak terjadi permasalahan di kemudian hari, terkait warisan dari Yohanes Tanudjaya dengan anak kandungnya  yang lain.


    Kemudian terdakwa mendapat informasi bahwa untuk melihat data kartu KK harus membuat surat kehilangan, akhirnya menyuruh Muksin. Karena Muksin tak sempat, akhirnya Muksin menyuruh isterinya Sri Wahyuni untuk membuat surat kehilangan KK di Polsek Gubeng Surabaya.

    Berbekal adanya Surat laporan Kehilangan Kartu Keluarga (KK) atas nama Poly Tanudjaya, Nomor : STPL/1121/XI/2015/SPKT tanggal 5 Nopember 2015 yang diterbitkan oleh Polsek Gubeng tersebut.

    Terdakwa meminta isterinya yang bernama Yenny Tanudjaya untuk menggugat isteri Poly Tanudjaya yang bernama Mien lieku atas rumah yang terletak di Panjang Jiwo Permai 3/10 RT 2 RW 5 Kel. Panjang Jiwo Kec. Trenggilis Mejoyo Surabaya (alamat sesuai Kartu Keluarga yang dilaporkan hilang), sehingga Mien lieku menderita kerugian sebesar Rp. 200.000.000,-.

    Perbuatan terdakwa diancam pidana dalam pasal 266 ayat (1) KUHP jo pasal 55 ayat (1) KUHP. (ded)
    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Pencarian Identitas Jackson Tanudjaya, Tak Ada Hubungan Dengan Warisan Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas