728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 10 Oktober 2019

    Terungkap, Ada Massa Lain Yang Lakukan Pembakaran Polsek Tambelangan

        Andry Ermawan SH & Agung Widodo SH MH



       Para terdakwa digiring petugas

    SURABAYA (mediasurabayarek.com)Sidang dugaan kasus pembakaran Mapolsek Tambelangan, Sampang, dilanjutkan kembali dengan agenda pemeriksaan untuk  3 terdakwa, yakni Habib Abdul Qhodir Bin Al Hadad, Hadi Mustofa dan Supandi, yang digelar di  ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (10/10/2019).


    "Kami meminta agar saudara -saudara memberikan keterangan yang jujur, apa adanya. Jangan ada yang ditutup tutupi lagi ya !," ucap ketua majelis hakim Edy Soeprayitno.

    Hakim ketua Edy Soeprayitno memulai bertanya  perihal  alasan para terdakwa melakukan pelemparan batu ke Mapolsek Tambelangan.


    "Mohon maaf Yang Mulia, saya spontandan hanya ikut ikutan saja. 
    Sewaktu itu kami pulang dari istiqoshah dan ketika dalam perjalanan pulang ke rumah, Saya melihat  sudah banyak massa berkerumun  di depan Polsek.  Saya dan rombongan terpaksa  turun dan ikut -ikutan dengan massa yang sudah lebih dulu melempari Polsek dengan bom molotov," ucap terdakwa Habib Abdul Qhodir yang dibenarkan oleh terdakwa Hadi Mustofa dan Supandi.

    Perihal bom molotov, para terdakwa yang semula  mengaku tidak tahu akan hal itu. Namun setelah diingatkan keterangannya dalam BAP oleh JPU Anton Zulkarnaen, terdakwa Hadi Mustofa akhirnya mengakui bila bom molotov tersebut dibawa oleh Habib Zaki saat mendatangi rumah terdakwa Habib Abdul Qhodir.


    "Saya melihat ada botol Kratingdaeng yang ditaruh di kardos mie dan air meneral. Waktu itu Habib Zaki datang ke rumah Habib Abdul Qhodir. Tapi saya tidak tahu kalau itu untuk membakar Polsek," kata  terdakwa Hadi Mustofa yang dibenarkan terdakwa Habib Abdul Qhodir dan Supandi.

    Sehabis sidang,   JPU Anton mengatakan bahwa keterangan ketiga terdakwa berbelit belit.

    Di tempat yang sama,  Ketua tim penasehat hukum ketiga terdakwa, Andry Ermawan dan Agung Widodo SH MH, membantah keras bahwa kliennya memberikan keterangan di persidangan  berbelit-belit.

    "Ketiga terdakwa telah memberikan keterangan yang sebenarnya. Mereka tidak paham dengan yang ditanyakan, maka nya tidak nyambung. Tapi setelah diklarifikasi dengan keterangan dengan BAP, mereka semua terbuka dan tidak ada yang ditutup tutupi," cetus Andry dan Agung Widodo SH MH.

    Menurut Andry dan Agung Widodo, seharusnya pihak kepolisian mencari  Habib Zaki dan dijadikan tersangka dalam kasus pembakaran Polsek Tambelangan Sampang ini. 

    "Kami tidak tahu apakah Habib Zaki masuk DPO atau tidak," ungkap Andry dan Agung Widodo SH MH.

    Hingga saat ini, masih belum diketahui siapa sebenarnya yang melempar bom molotov tersebut. Sebab, para terdakwa ketika tiba di Mapolsek Tambelangan, sudah dalam keadaan terbakar dan rusak parah.


    Sebagimana diketahui, selain ketiga terdakwa, PN Surabaya juga menggelar sidang untuk 6 terdakwa lainnya, yakni Satiri, Bukhori alias Tebur, Abdul Muqtadir, Hasan Achmad, Ali dan Abdul Rohim.

    Keenam terdakwa dihadirkan ke persidangan untuk mendengarkan keterangan dari tiga terdakwa lainya, yakni Habib Abdul Qhodir, Hadi Mustofa dan Supandi.

    Dalam kasus ini, para terdakwa didakwa dengan pasal yang berbeda. Untuk terdakwa Habib Abdul Qhodir, Hadi Mustofa dan Supandi didakwa melanggar Pasal 200 KUHP tentang Perusakan Fasilitas Umum, Pasal 187 KUHP tentang Pembakaran, serta Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan.

    Berbeda halnya dengan terdakwa Satiri, Bukhori alias Tebur, Abdul Muqtadir, Hasan Achmad, Ali dan Abdul Rohim disangkakan melanggar Pasal 187 KUHP tentang Pembakaran, serta Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan. (ded)
    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Terungkap, Ada Massa Lain Yang Lakukan Pembakaran Polsek Tambelangan Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas