728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 05 Oktober 2019

    Kuasa Hukum Terdakwa Sebut Perkara Welly Adalah Perdata Murni









    SURABAYA (mediasurabayarek.com) –  Sidang lanjutan  terdakwa Welly Tanubrata yang dijerat pasal 378 (penipuan)   jo 64 ayat (1) KUHP, dengan agenda pemeriksaan saksi yang digelar di ruang Sari 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (3/10/2019).

    Kali ini, Jaksa Penuntut Umum Yusuf  Akbar dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak menghadirkan satu , yakni Ester Setiawan. 


    Dalam keterangannya, saksi  Ester Setiawan menyatakan, pihaknya pernah didatangi oleh Andrias Thamrun ke toko milik Ester yang sudah dibeli oleh Andrias dari Welly.


    "Pak Andrias cerita bahwa hanya menolong Bapak Welly yang terlilit hutang bank dan  membantunya. Sertifikat ruko di tangan Andrias, tetapi dipinjam mama Welly sambil nangis-nangis  dan tidak dikembalikan lagi," ujar Ester yang menyewa ruko itu. 

    Setahu Ester, Welly Tanubrata adalah seorang pengusaha elektronik Gunung Sari Intan.

    Dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Maxi Sigarlaki SH mengatakan, Ester hanya menceritakan pertemuannya dengan Andrias Thamrun di tokonya dan dia mengontrak ruko itu.

    "Baiklah kalau begitu, sidang akan dilanjutkan pada Kamis (10/10/2019) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi adecharge (meringankan) dari terdakwa," cetus Maxi Sigarlaki, seraya mengetukkan palunya sebagai pertanda sidang ditutup.

    Sehabis sidang, kuasa hukum terdakwa, Syahrul Borman SH mengatakan, keterangan saksi hanya sekedar cerita belaka.

    Sebagaimana diceritakan saksi Ester,  bahwa Andrias mengatakan pada Ester sudah membeli ruko tersebut. Akan tetapi,  hal itu hanya ceirta saja dan ketemu  hanya sekali.

    "Tidak bisa menunjukkan bukti  akte jual -beli dan lainnya," kata Syahrul Borman SH.


    Menurut Syahrul Borman, bahwa Welly bukan menipu Andrias, karena semuanya hanyalah hutang-piutang. Welly hutang untuk penambahan modal kerja, mungkin pengembaliannya terlambat saja.


    Intinya, kata Syahrul, bahwa obyek perkara adalah hutang piutang. Tetapi, oleh Andrias dibelokkan atau dialihkan ke unsur pidana. 

    "Kalau mau ruko dijual, semestinya ada perseteujuan dari seluruh keluarga. Dasar perkara ini adalah hutang-piutang, karena ada pengembalian barang berupa genset , piano dan lainnya,"  ungkapnya.

    Adanya transfer dana bertahap sebesar Rp 5 miliar itu, bukan untuk penjualan ruko. Andrias Thamrun lewat istrinya melakukan transfer pada Welly untuk hutang. 

    "Tidak ada sangkut pautnya dengan penjualan ruko. Kasusnya dibelokkan dari kasus perdata hutang piutang menjadi pembelian ruko," tukas Syahrul Borman SH.



    Dalam pemeriksaan saksi sebelumnya, menghadirkan Repeka  Hendrawati (istri alm, Andrias Thamrun ) , Fenny Gunawan, dan Lastri (Asisten Rumah Tangga /ART).



    Sebagaimana dalam dakwaan JPU, dalam perkara 2122/Pid.B/2019/PN Sby, itu bermula terdakwa Welly Tanubarata pada Agustus 2016  sampai Februari  2018 bertempat di rumah saksi Andrias Thamrun diJl Kupang Indah I/17 RT 004 RW 005 Kel Sono, Kwijenan Kec . Sukomanunggal Surabaya.


    Pada Agustus 2016 di rumah saksi Andrias Thamrun dan saksi Repeka Hendrawati di di Jl Kupang Indah I/17 RT 004 RW 005 Kel Sono, Kwijenan Kec . Sukomanunggal Surabaya. 

    Terdakwa bersama- sama ibunya, Mariani datang ke rumah saksi Andrias Thamrun dan saksi Repeka Hendrawati dengan maksud untuk meminta tolong kepada saksi Andrias Thamrun untuk membeli ruko atas nama  Mariani Tanubrata yang terletak di jl Kertajaya No 41 Surabaya seharga Rp 5 miliar. 

    Saat itu, saksi Andrias Thamrun tidak diperlihatkan surat surat ruko oleh terdakwa.  Ini mengingat  Andrias Thamrun sudah kenal lama dengan terdakwa. Maka saksi Andrias  selanjutnyua menyepaktinya.

    Saksi Andrias Thamrun menyuruh saksi Repeka Hendrawati , istrinya untuk menstransfer  pembelian ruko secara bertahap ke rekening terdakwa welly Tanubrata di bank BCA.

    Sehingga total pembayaran yang dilakukan saksi Andrias  Thamrun sebesar Rp 5 miliar. Atas perbuatan terdakwa ini, dijerat pasal 378  jo 64 ayat (1) KUHP. (ded)
    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Kuasa Hukum Terdakwa Sebut Perkara Welly Adalah Perdata Murni Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas