728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 05 Oktober 2019

    Hakim Tolak Eksepsi Kedua Terdakwa, Dilanjutkan Sidang Pokok Perkara

        Piter Manuputi SH, 



        Suasana sidang

    SURABAYA (mediasurabayarek.com)- Sidang  dugaan pemalsuan surat dan tanda tangan, dengan terdakwa Dandy Mellanda dan Girdani Gania, kali ini dengan agenda pembacaan putusan sela yang  digelar di ruang Garuda 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (2/10/2019).


    Dalam pembacaan putusan sela yang disampaikan oleh Hakim Ketua, Dede Suryaman dihadiri Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bunari dan kuasa hukum terdakwa, Peter Manuputy SH  yang diwakili asistennya.


    Dalam amar putusan selanya, Hakim Ketua Dede Suryaman menyatakan, menolak eksepsi terdakwa dan memerintahkan JPU melanjutkan sidang pemeriksaan pokok perkara.

    "Eksepsi terdakwa ditolak seluruhnya dan memerintahkan JPU melanjutkan pemeriksaan pokok perkara," kata Hakim  Dede Suryaman.

    Menurutnya, sidang akan dilanjutkan  Senin (7/10/2019) dengan pemeriksaan saksi yang akan perkara ini menjadi terang-benderang.

    "Baiklah, sidang akan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi pada pekan depan," cetus Hakim Dede Suryaman, seraya mengetukkan palunya, sebagai pertanda sidang berakhir.

    Dalam pernyataan kuasa hukum terdakwa, Piter Manuputi mengatakan,  bahwa perkara yang dihadapi kedua terdakwa, yakni Dandy Mellanda dan Girdani Gania adalah perkara perdata, dan bukan pidana. 


    "Perkara ini adalah perkara perdata dan bukan pidana," cetusnya.

    Menurut Peter Manuputy, kasus ini sudah pernah dilaporkan pada tahun 2017 ke Polda Jatim oleh alih waris (korban) dan sempat dihentikan oleh Penyidik Polda Jatim. Karena  tidak memenuhi dua alat bukti yang sah.


    Tak hanya sekadar t
    idak memenuhi bukti, namun antara terdakwa dan korban (alih waris) juga tidak ada hubungan hukum  apapun, baik lisan atau tulisan.

    Atas dasar itulah, Piter Manuputi menyebutkan, bahwa subtansi hukum yang dimodifikasi JPU untuk memenuhi pasal 263 KUHP, hanya sebatas pandangan hukum yang   tidak pada pembuktian yang riil.


    "Dakwaan JPU pada terdakwa yang dianggap melanggar pasal 263 ayat (1) jo Pasal 55 ayat(1) ke 1 KUHP, itu tidak berlandaskan pada fakta riil dan tidak ada hubungan hukum antara terdakwa dan pelapor,"  kata Peter Manuputi.

    Surat dakwaan sesuai ketentuan Pasal 143 ayat(2) KUHAP, mensyaratkan bahwa surat dakwaan harus menyebutkan waktu (tempus delicti), dan tempat tindak pidana itu terjadi(locus delicti).

    Seharusnya dakwaan jaksa itu harus disusun secara cermat, jelas, dan lengkap tentang delik yang didakwakan. Jikalau dilanggarnya syarat ini maka surat dakwaan tersebut batal demi hukum atau kabur. 

    "Akan lebih baik menghukum 1000 orang yang bersalah daripada menghukum satu orang tidak bersalah," ungkap Piter Manuputi.  (ded)
    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Hakim Tolak Eksepsi Kedua Terdakwa, Dilanjutkan Sidang Pokok Perkara Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas