728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 02 Oktober 2019

    Dalam Pledoinya, Terdaka Zainal Fatah Minta Dibebaskan



    SURABAYA (mediasurabayarek.com) -  Tibalah terdakwa Zainal Fatah, yang didakwa melakukan sumpah palsu dan keterangan palsu di bawah sumpah dalam perkara pidana , membacakan nota pembelaan (pledoi) yang digelar di ruang Sari 2, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (1/10/2019).


    Terdakwa Zainal yang dijerat pasal  242 KUHP dan dituntut hukuman oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama 1 tahun penjara itu, menyatakan, memang benar Fausta Ari Barata adalah karyawannya dan dipekerjakan di PT MAF, sebagai karyawan.

    "Saya juga memberikan gaji kepada Fausta Ari dan Amiruddin Maya, dengan besaran yang saya putuskan sendiri dengan pembagian yang sama dari keuntungan perusahaan antara saya sebagai Direktur dengan Fausta dan Amiruddin, sebagai karyawan dan orang kepercayaan saya," ujar Zainal Fatah.

    Ini dilakukan Zainal, karena ingin menolong Fausta dan Amiruddin Maya, dan bukan hal yang aneh, jika memberikan gaji pada keduanya dengan nilai yang tidak sama dengan karyawan-karyawan PT MAF lainnya.

    "Saya memberikan kepercayaan dan kewenangan serta gaji yang begitu besar pada Fausta. Bukan berarti dia adalah seorang pemilik PT MAF maupun rekan bisnis.


    Dalam akta pendirian PT MAF dijelaskan bahwa Zainal adalah Direktur, sekaligus pemilik PT MAF dan anaknya, Karunia Islami sebagai Komisaris PT MAF. Zainal mempekerjakan Fausta sebagai karyawan di PT MAF, tanpa adanya kontrak kerja, hal itu menjadi kewenanga Zainal, selaku Direktur dan rasa kemanusiaan untuk menolong Fausta.


    Bahwa sesuai saran Yang Mulia Majelis Hakim yang menawarkan Zainal untuk berdamai dengan Fausta. Zainal berupaya untuk berdamai dengan Fausta. Pada saat mediasi awal, secara lisan Fausta meminta uang kepada Zainal sebesar Rp 1 miliar sebagai kompensasi.

    Tetapi, Zainal menawar sebesar Rp 500 juta sebagai tali asih dengan cara pembayaran Rp 100 juta dibayar, setelah tanda tangan surat perdamaian dan sisanya dicicil selama 6 bulan.

    Namun begitu, pada mediasi kedua, Fausta meminta uang sebesar Rp 750 juta dengan cara harus membayar secara kontan dala tenggang waktu 3 X 24 jam. Bahwa atas permintaan Fausta ini, Zainal tidak mampu memenuhinya dan hal ini bukan termasuk dari suatu perdamaian. "Melainkan Fausta memeras saya. Hingga pada akhirnya perdamaian tersebut tidak terwujud," cetusnya.

    Karenanya, Zainal memohon kepada mejelis hakim untuk benar-benar memberikan keadilan dengan membebaskan dirinya. 

    Sementara itu, kuasa hukum terdakwa Zainal, IGW Thody SH MH dan Evaristus Willyanus M SH memoho majelis hakim untuk menyatakan perbuatan terdakwa Zainal bukanlah perbuatan pidana.

    Dan selanjutnya, memberikan putusan dengan amar melepaskan terdakwa Zainal dari segala tuntutan penuntut umum.  

    "Membebaskan terdakwa Zainal dari segala dakwaan dan tuntutan JPU dan memulihkan nama baik terdakwa pada keadaan semula dan membebankan biaya yang timbul dalam perkar aini kepada negara,"  pinta Thody SH dan Willy. 



    Dalam sidang yang dipimpin oleh hakim  ketua  Maxi Sigarlaki SH mengatakan, sidang akan dilanjutan dengan agenda replik (jawaban jaksa atas pledoi terdakwa) pada Selasa (8/10/2019) mendatang.

    "Baik , Selasa depan dilanjutkan dengan replik dari jaksa," kata hakim ketua Maxi Sigarlaki SH, seraya mengetukkan palunya, sebagai pertanda sidang ditutup. (ded)

    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Dalam Pledoinya, Terdaka Zainal Fatah Minta Dibebaskan Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas