728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 10 Oktober 2019

    Dalam Eksepsinya , Kuasa Hukum Henry J Gunawan Beberkan Sejumlah Kejanggalan Dakwaan Jaksa







    SURABAYA (mediasurabayarek.com) – Sidang lanjutan terdakwa Henry J Gunawan dan isterinya Iuneke Anggraini yang tersandung dugaan  pemalsuan akta otentik dan dijerat pasal 266 ayat (1) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, telah memasuki babak pembacaan nota keberatan (ekseps) yang digelar di ruang Garuda 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (10/10/2019).

    Gara-gara karena alasan membuat akta pengakuan utang dan personal guarantee di hadapan Notaris Atieka Ashible, SH pada tahun 2010, dan dalam akta tersebut Henry menyebutkan sebagai suaminya Iuneke Anggaraini, dan Iuneke Anggraini menyebutkan isterinya Henry J Gunawan. 

    Namun, berdasarkan bukti yang tercatat di kantor catatan sipil kota Surabaya, pernikahan keduanya terjadi pada tahun 2011.

    Dalam eksepsinya,  Ketua Tim Penasehat Hukum Henry dan Iuneke, Masbuhin SH MH menyatakan,  jeratan pasal yang didakwakan JPU hanyalah cover-nya saja.

    Padahal, isi surat dakwaan adalah utang piutang antara Henry J Gunawan dengan Hen Hok Soei (PT.Graha Nandi Sampoerna) sebesar Rp. 17.325.000.000,- yang telah jatuh tempo dan sudah tidak bisa ditagih lagi. 

    Lagi pula, ada perjanjian pisah harta antara terdakwa I Henry J Gunawan dengan Terdakwa II IUneke Anghgraini atau Isterinya.

    “(Anehnya-red) terdakwa Henry Jocosity Gunawan dan Terdakwa II, Iuneke Anggraini dalam kasus ini , tidak pernah dipanggil dalam proses Penyelidikan dan Penyidikan untuk dimintai keterangan sebagai saksi, dan diperiksa sebagai saksi," ujar Masbuhin SH MH.


    Menurutnya, pihaknya kaget dan terkejut karena secara tiba-tiba terbit surat ketetapan nomor : S-TAP/88/IV/RES.1.9/2019/SATRESKRIM, tanggal 30 April 2019 Tentang peralihan status dari saksi menjadi Tersangka untuk Iuneke Anggraini dan surat ketetapan nomor : S-TAP/88/IV/RES.1.9/2019/SATRESKRIM, tanggal 30 April 2019 Tentang peralihan status dari saksi menjadi Tersangka untuk Henry Jocosity Gunawan. 






    Bukan hanya itu saja,Masbuhin SH MH dan rekan penasehat hukum lainnya, telah menemukan fakta hukum, yang  ternyata Notaris Atika Asihble, SH yang membuat kedua akta otentik tersebut tidak pernah diperiksa oleh penyidik.


    Ini terbilang janggal, mengingat namanya tidak masuk sebagai saksi dalam berkas perkara, padahal yang bersangkutan adalah orang yang membuat akta otentik tersebut.


    Lebih rinci lagi, Masbuhin mengatakan,   pihaknya  telah menemukan fakta hukum, yang nyatanya  tiga ahli yang dimintai keterangan oleh Penyidik, hanya disodori kronologis yang intinya tentang Penandatanganan akta otentik yang terjadi pada tahun 2010.


    Sedangkan,  perkawinan Terdakwa I Henry Jocosity Gunawan dan Terdakwa II Iuneke Anggraini, berdasarkan bukti yang tercatat pada kantor pencatatan sipil kota Surabaya baru terjadi pada tahun 2011.


    “(Diduga-red) penyidik  ‘sengaja’ menyembunyikan fakta dan peristiwa hukum tentang adanya perkawinan secara adat Tionghoa antara Terdakwa I Henry Jocosity Gunawan dan Terdakwa II Iuneke Anggraini pada tahun 1998, " ucap  Masbuhin SH MH.

    Adanya fakta dan peristiwa hukum berupa kelahiran 3 tiga anak dari perkawinan tahun 1998 antara Terdakwa I Henry Jocosity Gunawan dan Terdakwa II Iuneke Anggraini.

    Bahkan,salah satu anak pertamanya lahir pada  08 Desember 1999 atau kini  berumur 20 tahun. Fakta dan peristiwa hukum yang sengaja disembunyikan oleh Penyidik tentang adanya perkawinan secara adat Tionghoa di tahun 1998 ini, tentu menjadikan penilaian ahli menjadi misleading, tidak obyektif, dan kabur karena adanya fakta dan peristiwa hukum penting yang sengaja dipotong dan dihilangkan, serta hanya dilihat pada tempus pembuatan akta otentik pada tahun 2010 saja.

    Menurut  Masbuhin SH MH,  surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tertanggal 23 September 2019, No.Reg.Perkara : PDM-296/M.5.10.3/Eku.2/09/2019, tidak dapat diterima.

    Ini mengingat turunan surat pelimpahan perkara dan surat dakwaan yang seharusnya wajib diberikan secara bersama-sama kepada Henry J Gunawan dan isterinya Iuneke Anggaraini, berdasarkan pasal 143 ayat (4).

    Namun demikian, hal itu tidak pernah dilakukan dan diberikan oleh JPU sampai dengan surat dakwaan dibacakan dalam persidangan (error in procedure).

    “Atas dasar itulah, surat Dakwaan JPU   disusun dari Hasil Pemeriksaan Penyidikan yang tidak sah (error in procedure),”  kata  Masbuhin SH MH.

    Namun begitu, JPU Ali Prakoso menanggapi eksepsi secara lisan, karena menganggap bahwa keberatan yang disamapikan oleh tim penasehat hukum terdakwa sudah memasuki materi perkara sehingga perlu dibuktikan dalam persidangan. 

    “Kami meminta pada majelis hakim untuk menolak eksepsi kuasa hukum terdakwa dan melanjutkan persidangan pada pembuktian,” cetus Ali. 

    Dengan demikian, JPU Ali meminta agar majelis hakim  menyatakan eksepsi terdakwa  tidak dapat diterima. 

    Setelah mendengar jawaban JPU atas eksepsi terdakwa, Hakim Ketua Dwi Purwadi mengungkapkan, pihaknya akan membacakan putusan sela yang akan dibacakan pada Selasa (15/10/2019) mendatang.


    "Baiklah, putusan sela akan dilakukan oleh majelis hakim pada Selasa (15/10) depan," tukas hakim Dwi Purwadi seraya mengetukkan palunya sebagai pertanda sidang berakhir. (ded/nab)
    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Dalam Eksepsinya , Kuasa Hukum Henry J Gunawan Beberkan Sejumlah Kejanggalan Dakwaan Jaksa Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas