728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 12 September 2019

    Masih Berstatus Pelajar, Terdakwa Hadi Mustofa Ajukan Penangguhan Penahanan





    SURABAYA (mediasurabayarek.com) -   Ternyata salah satu dari  tiga terdakwa pembakaran Mapolsek Tambelangan, yakni Hadi Mustofa, masih berstatus sebagai pelajar kelas 3 SMA Khairul Ulum, Sampang. 

    Agar terdakwa ini tetap bisa sekolah, kuasa hukum terdakwa, Andry Ermawan SH MH dan Agung Widodo SH  mengajukan permohonan penangguhan penahanan ke majelis hakim pemeriksa yang diketuai Edy Soeprayitno S Putra.


    Permintaan penangguhan penahanan itu diiajukan  Andry Ermawan, ketua tim penasehat hukum terdakwa Hadi Mustofa dan anggota, Agung Widodo SH, setelah surat dakwaan oleh JPU Tulus Ardiansyah dibacakan di ruang sidang candra, PN Surabaya, Rabu (11/09/2019).

    "Saya penasehat hukum terdakwa, mengajukan permohonan penangguhan penahanan untuk terdakwa Hadi Mustofa.Mengingat terdakwa ini masih pelajar dan tercatat sebagai pelajar kelas tiga SMA. Sebagai jaminan adalah ibunya dan juga surat dari kepala sekolah (kasek)-nya," ujar  Andry Ermawan seraya menunjukkan surat dari Kasek dan menyerahkan  surat permohonan penangguhan penahanannya pada hakim ketua Edy Soeprayitno.


    Dengan adanya permohonan ini, Ketua majelis hakim Edy Soeprayitno S Putra meminta waktu untuk berunding dengan majelis hakim lainnya terlebih dahulu, untuk mempertimbangkan, apakah penangguhan itu dikabulkan atau tidak nantinya.

    "Kami akan pelajari dulu dan butuh musyawarah terlebih dahulu dengan majelis lainnya," ucap hakim ketua Edy Soeprayitno S Putra.


    Sementara itu, sehabis sidang,  JPU Junaedi dari Kejati Jatim tidak keberatan atas pengajuan permohonan penangguhan penahanan terdakwa Hadi Mustofa, apabila sampai  ditangguhkan oleh majelis hakim.

    "Keputusan untuk mengabulkan permohonan penangguhan itu menjadi kewenangan  majelis hakim. Meskipun masih berstatus  pelajar, terdakwa ini sudah berusia dewasa bukan anak anak, usianya sudah 20 tahun,"  cetus JPU Junaedi.

    Sebagaimana diketahui, terdakwa Hadi Mustofa diadili bersama dua terdakwa lainnya yakni Habib Abdul Qodir Al Haddad dan Supandi.


    JPU Tulus Ardiansyah, mendakwa ketiga terdakwa pembakaran Mapolsek Tambelangan ini , telah melanggar pasal 200 KUHP (perusakan fasilitas umum), Pasal 187 KUHP (pembakaran), serta Pasal 170 KUHP (pengeroyokan).

    Tragedi pembakaran Mapolsek Tambelangan, Sampang, Madura dibakar massa pada Rabu, 22 Mei lalu.  Amukan si jago merah  mengakibatkan kantor polisi tersebut ludes terbakar.

    Ada dugaan, bahwa  pembakaran itu diakibatkan informasi hoaks yang menyatakan seorang ulama Madura ditangkap polisi saat mengikuti aksi 22 Mei lalu di Jakarta yang menghentak negeri ini. (ded)
    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Masih Berstatus Pelajar, Terdakwa Hadi Mustofa Ajukan Penangguhan Penahanan Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas