728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 28 September 2019

    Dua Bos Kayu Papua Divonis 1,5 Tahun Penjara, Perusahaan Didenda Rp 5 Miliar



    SURABAYA (mediasurabayarek.com) –  Dua bos asal Papua, yakni Daniel Gerden (Direktur PT. Mansinam Global) dan  Dedi Tandean (Direktur CV Edom Ariha Jaya), divonis pidana 1,5 tahun penjara dan diharuskan membayar denda Rp 500 juta. Jikalau  tidak mampu membayar,  mereka harus mengganti dengan pidana dua bulan kurungan. 

    "Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan mengangkut, menguasai, dan memiliki kayu dari  hutan, tanpa dilengkapi surat-surat," ucap Hakim Ketua Achmad Virza ketika membacakan amar putusanya di ruang Garuda 2, Pengadilan Negeri Surabaya, Jum'at ( 27/9/2019).

    Atas vonis, sebenarnya lebih ringan daripada tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Didik Yudha dan Irene Ulfa dari Kejari Tanjung Perak yang menuntut keduanya dengan pidana penjara 4 tahun. Dan membayar denda Rp 1 miliar, subsider  6 bulan kurungan.

    Sedangkan, PT Rajawali Papua Foresta yang diwakili Thony Sahetapy, selaku Direkturnya, juga dinyatakan bersalah.  Baik PT. Mansinam Global CV Edom Ariha Jaya (korporas) dihukum membayar denda Rp 5 miliar. Dan barang bukti  berupa kayu merbau sebanyak  58 kontainer dan 27 kontainer itu dirampas negara dan dipergunakan untuk keperluan masyarakat Papua.


    Sehabis sidang, penasehat hukum 3 terdakwa Papua, Frederik SH  enggan dimintai komentarnya perihal vonis yang dijatuhkan pada ketiga terdakwa tersebut.

    "Saya no-comment mas. Biarkan terdakwa Daniel Gerden yang memberikan keterangan saja," katanya.


    Ketika Daniel Gerden digiring ke dalam mobil tahanan. Dia sempat mengungkapkan kekecewaannya atas sikap tim Gakkum yang dirasakan tidak adil.


    "Hanya melimpahkan 3 (empat) orang tersangka saja dari total jumlah 10 (Sepuluh) orang tersangka. Padahal 7 (enam) tersangka lain yang juga pengusaha asal Surabaya belum dilimpahkan ke pengadilan," cetusnya.

    Sebagaimana diketahui, ketiga terdakwa bos kayu asal Papuan itu didakwa  melanggar pasal 94 ayat (1) huruf d jo. Pasal 19 huruf F UU nomor 18 tahun 2013 dan Pasal 86 p ayat (1) huruf a jo. Pasal 12 huruf i UU nomor 18 tahun 2013, ketiga Pasal 83 ayat(1) huruf b jo. Pasal 12 huruf e uu nomor 18 tahun 2013. (ded/kus)

    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Dua Bos Kayu Papua Divonis 1,5 Tahun Penjara, Perusahaan Didenda Rp 5 Miliar Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas