728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 14 Agustus 2019

    Ratusan Kubik Kayu Merbau Dan Trailler Terancam Diserahkan Ke Negara

        JPU  Andi Ginanjar,SH


       Suasana sidang


    SURABAYA (mediasurabayarek.com) - Kali ini sidang lanjutan terdakwa Vincensius Gabriel Buce Rahayaan dengan agenda mendengarkan keterangan tiga (3) saksi di ruang Garuda 1  Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (12/8/2019).

    Ketiga saksi yang dihadirkan  Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andi Ginanjar,SH dan Adief,SH adalah Iwan Fitriansuri, pembeli kayu dari terdakwa,  Agung Hariyono, pegawai Dinas Kehutanan Maluku, .Tri Hendrawan, pemilik kendaraan truk trailer, sekaligus anggota TNI AL.

    JPU  Andi Ginanjar,SH dan Adief,SH,  semula akan menghadirkan 10  orang saksi fakta di persidangan. Namun alasan waktu  yang sudah malam , majelis hakim yang dipimpin Hakim Ketua Johanes didampingi hakim anggota Martin Ginting dan Hakim Dede Suryaman, meminta JPU hanya memeriksa 3 saksi saja.


    Sedangkan sisanya akan diperiksa kembali pada Rabu (14/8/2019) mendatang.
    Untuk saksi saksi lainnya, yakni  Andi Bekti Setiawan, Tonny, Ferry Andika, Supriyono, Santoso, dan Rio Saputra, terpaksa diperiksa keesokan harinya di PN Surabaya.

    Dalam keterangannya, Iwan Fitriansuri menyatakan,  dirinya  kenal dengan terdakwa dan baru tahu kalau kayu merbau tersebut bermasalah ketika sudah tiba di surabaya. 

    “Berapa kali saudara saksi membeli kayu dari  terdakwa?,” tanya hakim.

    Iwan Fitriansuri menjawab, dirinya sudah membeli kayu dari Buce tiga kali ini, namun dua kali pembelian sebelumnya, tidak ada masalah apapun. Nah,, baru kali ini terjadi masalah.

    Untuk pembelian kali ini (ketiga kalinya), Iwan Fitriansuri memberikan uang muka sebesar Rp 500 juta.

    "Saya  membeli kayu  dari Buce dengan uang muka Rp 500 Juta dari harga  totalnya Rp 2 miliar. Kayu itu  diangkut dengan  KM  Muara Mas dan tiba  21 Pebruari 2019  dari  Tanjung Perak menuju  Kebomas. Pengiriman kayu pakai 14 truk trailer.”ucap Iwan kepada majelis hakim di persidanga.


    Iwan juga baru tahu ada tiga dokumen yang palsu, dan kalau peraturan dari petugas Ambon, bahwa kayu boleh dipotong pakai Chain Saw (Senso).



    Hakim ketua, Yohanes mengatakan, akan menyerahkan semua kayu kepada negara saja.

    “Bagaimana saksi jika barang -bukti (BB) kayu itu , semuanya  saya serahkan ke negara saja? Dan saya maunya semua kayu itu diserahkan ke negara," tanya hakim. 

    Namun Iwan memilih bersikap pasrah saja atas pertanyaan hakim ketua tersebut.  “Kalau saya  menyerahkan sepenuhnya pada  pengadilan saja yang mulia,” cetus Iwan.

    Untuk dokumen yang sah sebagai berikut, sesuai No Kontainer pada Truk Trailer, (1).No Kontainer Tegu 289506-0. Berikutnya, saksi pun menunjukan BB dokumen yang palsu 3 (tiga) lembar dan yang sah ada 11 (sebelas) lembar dokumen seperti Dokumen yang tidak sah sebagai berikut,
    1.No Kontainer TEGU : 294296-5 No SKHHKO A.0284058,2. No Kontainer TEGU : 290728-5 No SKHHKO A.0284062,3. No Kontainer TEGU : 862941-1SKHHKO : A0284060 denga driver Parli dan Salabih.
    No SKHHKO A.0284040, 2).No Kontainer JPLU 301307-3 No SKHHKO .A.0284057, 3).No Kontainer TEGU : 292130-1SKHHKO A.0284055, 4).No Kontainer TEGU 295023-4 No SKHHKO A.0284053, 5).No Kontainer TEGU 300028-3 No SKHHKO A.0284046, 6).No Kontainer TEGU 291525-4 , No SKHHKO A.0284049, 7).No Kontainer TEGU 289506-0 No SKHHKO A.0284042, 8). No Kontainer TEGU 268827-2No SKHHKO A.0284051, 9). No Kontainer TEGU 207455-5, No SKHHKO A.0284043, 10). No Kontainer TEGU 298242-1No SKHHKO A,0284052, dan dokumen terakhir 11). No Kontainer TGRU 202430-8 dan No SKHHKO A.0284037.

    Sebagaimana diketahui,  pada sidang sebelumnya  ratusan ribu kubik kayu (24 Batang Tunggak) tersebut didatangkan berasal dari Desa Lau Lau Propinsi Maluku dengan menggunakan KM Muara Mas dan tiba di pelabuhan Tanjung Perak.

    Lalu, Tim operasi Gakkum tersebut  mendapatkan informasi dari atasan. Lalu   Tim Gakkum pun melakukan pengintaian dimulai dari Pelabuhan Tanjung Perak, dan membuntuti 2 (dua) unit truck Trailer Nomor Polisi L 8012 UR dan L 9125 UV yang bermuatan kontainer yang diduga berisi kayu ketika sampai ketempat tujuan daerah Industri kayu yaitu kantor CV. Cahaya Mulya. 

    Selanjutnya, Saat Tim Operasi Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan masuk ke areal CV. CAHAYA MULYA, Lalu tim menemukan 2 (dua) unit truck Trailer Nomor Polisi L 8012 UR dan L 9125 UV yang bermuatan kontainer bertuliskan “TEMAS” warna merah hati dengan nomor kontainer : TEGU 298641-1 dan TEGU 291525-4 berisi kayu yang saat itu juga sedang dilakukan pembongkaran di areal CV. CAHAYA MULIA.

    Sesuai dengan informasi dari saksi SUHARTO bin KEMIS SUHARJO (Alm) Ganis CV.CAHAYA MULYA bahwa 14 (empat belas) tumpuk kayu olahan tersebut merupakan 1 (satu) paket pengiriman dengan 2 (dua) kontainer yang sedang dilakukan pembongkaran dengan menggunakan 14 (empat belas) dokumen SKSHH-KO.

    Kemudian ,  Tim Operasi kemudian melakukan pemeriksaan dan mengamankan kayu merbau olahan berupa gergajian, dengan volume berdasarkan dokumen sebanyak 155,2728 m3 (seratus lima puluh lima koma dua tujuh dua delapan), 14 (empat belas) Dokumen Surat Keterangan Sah Hasil Hutan Kayu Olahan (SKSHHKO) dan 14 (empat belas) tumpuk kayu olahan yang berada ditempat penyimpanan milik CV.CAHAYA MULYA di lokasi industri pengolahan kayu Jalan Mayjen Sungkono, Kebomas, Gresik Jawa Timur.

    Menurut keterangan petugas, ada 3 (Tiga)  dokumen yang diduga dianggap tidak resmi. Setelah dicek ternyata dokumen pada tiga kontainer berisi kayu merbau dari maluku, pernah digunakan pihak lain.

    Oleh sebab itulah , dianggap dokumen palsu . Pengiriman kayu hanya dengan dokumen dari perusahaan “PT Kayan Jaya Tanjung dan  hasil penebangan kayu berasal dari hutan lahan milik Negara. (ded)
    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Ratusan Kubik Kayu Merbau Dan Trailler Terancam Diserahkan Ke Negara Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas