728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 14 Agustus 2019

    Tagihan Listrik Sebelum dan Sesudah P2TL Tetap Normal, Tak Ada Pencurian Listrik Di PT CIP

       



        Yacob, Michael & Rudolf Ferdinand SH



        Johan Listiyono Diperiksa 


    SURABAYA (mediasurabayarek.com) -  Pemeriksaan komisaris PT Cahaya Indo Persada (CIP/ pabrik sendok, gardu dan pisau), Johan Listiyono , dilakukan untuk melengkapi pemeriksaan terdakwa korporasi  dalam sidang dugaan pencurian listrik PLN yang dianggap merugikan PLN  Rp 13,8 miliar, yang  digelar di ruang Garuda 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (24/9/2019).

    Dalam keterangannya, Johan Listiyono menyatakan,  setelah adanya P2TL perusahaan menjadi fokus dan mencermati tagihan listrik PT CIP setiap bulannya.

    "Setiap bulannya tagihan listrik mencapai 180 juta sampai Rp 190 juta. Tagihan bulan Juni 2016 sampai Maret 2017 tagihannya sama. Sebelum dan sesudah adanya P2 TL ,  tagihan listrik perusahaan sama dan normal. KWH meter dan tagihan listrik sama," ucapnya.

    Menurut Johan Listiyono, setiap 3 bulan sekali pasti meeting dan salah satunya membahas soal tagihan listrik itu.  Pada Juli 2014 dilakukan penambahan daya dan pernah ada P2TL, namun bukan kesalahan perusahaan. Tetapi, karena meteran rusak.

    Sering berakhirnya pemeriksaan Johan  Listiyono dianggap Hakim ketua Anne Rusiana SH pemeriksaan terdakwa (korporasi) PT CIP berakhir sudah. "Baiklah kalau begitu, tuntutan akan dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Selasa (8/10/2019) mendatang," katanya.


    Sehabis sidang, Kuasa hukum terdakwa, Rudolf   Ferdinand  Purba SH didampingi Yacob SH mengatakan, perusahaan PT CIP tidak pernah pemakaian listriknya mendekati  nol. "Kami tidak pernah bayar beban, Kami melakukan pemakaian listrik dan  paling murah bayar Rp 160 juta sampai Rp 190 juta per bulan," cetusnya.

    Kalau dibilang KWH meter nol , kenapa pembayaran tagihan listrik sampai Rp 160 juta- Rp 190 juta per bulan. "Kalau hanya bayar beban, dipakai atau tidak akan membayar tagihan sebesar Rp 50 juta per bulan," ungkap Rudolf dan Yacob SH.

    Dalam dakwaan, PT CIP didakwa melakukan pencurian pada Juni sampai Oktober. Setelah pemeriksaan ada P2TL dan KWH meter diganti, namun tetap beyar tagihan di atas Rp 160 juta sampai Rp 190 juta per bulan.

    Pada tahun 2014 ada penambahan data dari  550 KVA menjadi 1.385 KVA pada Agustus. Namun dalam data yang digunakan PLN dan jaksa menggunakan daya 550  KVA. 

    Pembayaran tagihan listrik Januari sampai Desember mencapai  Rp 160 juta sampai  Rp 190 juta per bulan. 

    Untuk P2TL kedua pada UD Karya  setelah dicabut dan diganti KWh meternya, biasanya tagihan  Rp 10 juta. Namun demikian, setelah  P2 TL hanya bayar Rp 5 juta sampai Rp 6 juta.

    "Data tagihan listrik akan kami lampirkan dalam pledoi," tukas Rudolf Ferdinand dan Yacob.

    Selain itu, dalam dakwaan jaksa, perusahaan  disebutkan melakukan   tambah daya dan ada perubahan  pada 29 April 2014.  Tetapi, faktanya kami punya bukti PT CCA tambah daya Agustus 2014.

    Awalnya pemeriksaan PT CIP dan PT CCA .  Pada 1 Juli 2014 untuk pengajuan dan terpasang Agustus 2014. Tetapi, dalam dakwaan jaksa,  dibilang terpasang 29 April 2014.  "Kami tidak pernah tanda tangan. Itu nggak jelas.  Itu bukan KWH meter milik kami," ungkapnya. 

    Intinya, lanjut Rudolf Ferdinand SH, perusahaan tidak pernah melakukan pencurian listrik dan korbannya adalah PT CIP.  

    Intinya ,  pencurian  listrik itu tidak pernah ada dan korbannya PT CIP dan 200 karyawan yang bukan usia produktif, di atas 40 tahun. Ketika perusahaan membayar ganti  rugi Rp 13 miliar, perusahaan akan tutup . Ini perusahaan padat karya. Pencurian listrik tidak pernah ada sebagaimana dalam dakwaan KPU


    Pengenaan denda sebesar itu, PLN mendasarkan pada Peraturan Direksi PLN  No 88 Tahun 2016. Padahal, mengacu pada Undang-Undang No 30 Tahun 2009 tentang ketenagalistrikan, maksimal denda sebesar Rp 2,5 miliar. 

    Namun demikian, JPU mendakwa pabrik sendok ini melanggar pasal 55 ayat 1 jo Pasal 51 ayat 3 Undang-undang RI Nomor 30 tahun 2009 tentang ketenagalistrikan jo Pasal 64 ayat 1 KUHP. (ded)
    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Tagihan Listrik Sebelum dan Sesudah P2TL Tetap Normal, Tak Ada Pencurian Listrik Di PT CIP Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas