728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 01 Juli 2019

    OJK Regional 4 Gelar Evaluasi Kinerja BPR Semester I / 2019







    BANYUWANGI (mediasurabaya.com) – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 4 Jawa Timur menyelenggarakan Evaluasi Kinerja BPR periode Semester I tahun 2019 dan Workshop Penerapan Manajemen Risiko BPR, yang mengangkat tema “Penerapan Manajemen Risiko untuk Mendorong Kinerja BPR di Jawa Timur”.

    Pertemuan rutin tahunan yang digelar pad  Senin, 1 Juli 2019 di Hotel Ketapang Indah, Banyuwangi , yang  dihadiri oleh Direksi dan Komisaris dari 112 BPR se Jawa Timur, merupakan salah satu wujud konkrit concern OJK terhadap perkembangan industri BPR di Provinsi Jawa- Timur.

    Dalam kegiatan evaluasi ini, OJK memberikan pemaparan mengenai perkembangan kinerja BPR sampai dengan triwulan I tahun 2019, serta memberikan recycling program berupa capacity building kepada Pengurus BPR dalam bentuk Sosialisasi SEOJK No.1/SEOJK.03/2019 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi BPR. 

    Tak hanya itu saja,  ada juga workshop Penerapan Manajemen Risiko melalui sharing knowledge oleh nara sumber dari salah satu BPR yang telah menerapkan manajemen risiko.


    Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur, Heru Cahyono, menyatakan , bahwa di tengah-tengah  ketidakpastian ekonomi global yang masih terus berlanjut, ekonomi Indonesia masih tumbuh positif yang ditopang oleh investasi dan konsumsi.






    “Pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2019 diproyeksikan 5,2% (yoy) dan pada triwulan I tahun 2019 terealisasi 5,07% (yoy), sementara inflasi terjaga di 3,32% (yoy),” ucapnya.

    Menurut Heru, Indonesia dinilai positif di komunitas global, yang ditunjukkan dengan rating investment Indonesia yang cukup baik dengan daya saing global yang terus meningkat. Tercatat S&P pada akhir Mei 2019 menaikkan rating Indonesia menjadi “BBB” dengan outlook stabil.

    “Sedang untuk ekonomi Jawa Timur pada triwulan I – 2019, tumbuh 5,51% (yoy) lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional (5,07%) dengan tingkat inflasi sebesar 2,70% (yoy) lebih rendah dibandingkan inflasi nasional (3,32%),” kata  Heru Cahyono.
    Evaluasi Kerja dan Workshop Penerapan Manajemen Resiko BPR Se-Jatim yang digelar OJK Regional 4 Jatim.


    Sejalan dengan hal tersebut, sektor jasa keuangan di Jawa Timur juga mencatatkan kinerja yang positif, tercermin dari peningkatan volume usaha perbankan 8,22% (yoy) menjadi Rp 593,9 Triliun yang ditopang oleh pertumbuhan DPK sebesar 8,32% (yoy) menjadi Rp 554,7 Triliun dan Kredit sebesar 8,99% (yoy) menjadi Rp 482,4 Triliun.

    Pangsa aset BPR konvensional terhadap industri perbankan di Jawa Timur mencapai 2,36%, sedangkan pangsa DPK sebesar 1,67% dan kredit 2,13%. Meskipun pangsa BPR konvensional relatif rendah namun mencatatkan pertumbuhan volume usaha yang baik sebesar 5,42% (yoy) menjadi Rp 14 Triliun, DPK 6,2% (yoy) menjadi Rp 9,3 Triliun dan Kredit 6,81% (yoy) menjadi Rp 10,3 Triliun.

    “Ini menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat Jawa Timur terhadap perbankan dan khususnya BPR masih terjaga dengan baik. Industri BPR di Jawa Timur diharapkan dapat berperan aktif dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur terutama pada sektor UMKM,” harap Heru.

    Heru juga menegaskan bahwa OJK akan terus mendorong pertumbuhan kredit industri BPR di Jawa Timur dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian mengingat NPL BPR konvensional di wilayah Kantor OJK Regional 4 sebesar 8,26%. 

    Industri BPR, lanjutnya, dihadapkan pada berbagai macam tantangan dengan tingkat kompetisi yang semakin ketat dan kompleks dengan berkembangnya perusahaan fintech yang memanfaatkan teknologi dalam menawarkan produk dan layanannya.

    “Karena itu saya meminta agar BPR mampu lebih adaptif dan kreatif dalam mengembangkan produk dan layanan kepada masyarakat dengan memanfaatkan teknologi yang didukung SDM yang kompeten,” cetusnya.

    Seiring dengan perkembangan industri BPR yang ditunjukkan oleh berkembangnya jumlah jaringan kantor serta kompleksitas produk dan aktivitas, OJK Kantor Regional 4 Jawa Timur mendorong BPR untuk mengimplementasikan manajemen risiko yang dapat disesuaikan dengan kelompok kegiatan usaha dan kompleksitas usahanya.

    Melalui sosialisasi dan implementasi SEOJK No.1/SEOJK.03/2019 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi BPR, menurut Heru, menjadi salah satu upaya untuk memperkuat kelembagaan dan meningkatkan reputasi industri BPR sesuai dengan arah kebijakan pengembangan BPR dalam rangka menciptakan sektor keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil serta memiliki daya saing yang tinggi.

    “OJK sangat concern mengenai pentingnya penguatan modal bank untuk meningkatkan kapabilitas SDM dan pemanfaatan teknologi informasi agar dapat bersaing di tengah kompetisi yang ketat dan kompleks. Dan kami mengingatkan agar BPR mengupayakan sejak dini kewajiban pemenuhan modal inti minimum yang harus dipenuhi pada akhir tahun 2019,” pungkas Heru. (ded)
    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: OJK Regional 4 Gelar Evaluasi Kinerja BPR Semester I / 2019 Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas