728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 11 Juli 2019

    Kuasa Hukum Wellem Mintarja Cs Sesalkan Dokter Visum Tak Hadir, Beberapa Obat Bukan Untuk Luka Lecet

        Wellem Mintarja Cs tunjukkan jenis obat korban Oscar

        Suasana sidang di Sari 2 PN Sby



    SURABAYA (mediasurabayarek.com) -  Sidang  lanjutan dugaan  penganiayaan dengan terdakwa   Christian Novianto (CN) memasuki tahap pemeriksaan dokter visum dari RS Bhayangkara , yang seharusnya digelar di ruang Sari 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (11/7/2019).

    Namun sayangnya, dokter visum RS Bhayangkara yang ditunggu-tunggu oleh hakim ketua Maxi Sigarlaki, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan dan tim kuasa hukum terdakwa CN, Wellem Mintarja Cs,  tidak bisa memenuhi panggilan jaksa untuk hadir di persidangan.

    Alasannya, sang dokter visum yang dipanggil itu  lagi sibuk dan tidak bisa menghadiri persidangan. Akibatnya, panggilan jaksa tidak bisa dipenuhi dan sidang ditunda sampai Kamis (18/7/2019) mendatang.

    JPU Suparlan menyatakan, permohonan maafnya pada majelis hakim, menyusul tidak bisa menghadirkan saksi dokter visum tersebut.

    "Mohon maaf majelis hakim, dokter visum tidak bisa hadir pada hari ini. Kami akan berusaha memanggil kembali pada Kamis (18/7/2019) mendatang," ucap jaksa Suparlan.

    Mendengar hal tersebut, hakim ketua, Maxi Sigarlaki mengatakan, karena saksi dokter visum tidak bisa hadir, maka persidangan ditunda dan dilanjutkan pada pekan depan.

    "Sidang akan kami lanjutkan pekan depan, dengan agenda mendengarkan keterangan dokter visum. Maka , sidang kami nyatakan ditutup," cetus hakim ketua Maxi, seraya mengetokkan palunya sebagai pertanda sidang telah berakhir.

    Seusai persidangan,   Wellem Mintarja Cs, kuasa hukum terdakwa CN mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan atas ketidakhadiran  dokter yang menerbitkan  visum karena ada beberapa kejanggalan.


    ''(Setelah) kami pelajari adanya beberapa  obat yang kurang ada korelasinya dengan luka lecet yang diderita korban. Misalnya ada obat asam lambung, hipertensi, penenang yang  dimasukjan dalam BAP. Hal itu itu tidak  seharusnya begitu," cetusnya.

    Ini terbilang realistis, mengingat korban Oscarius yang  menderita luka lecet, justru diberikan obat oleh dokter yang tidak sesuai dengan sakitnya. Sebab, korban diberikan omeprazole inj (obat untuk sakit asam lambung),  antrain inj (obat demam) , amlodipin 5 mg (obat tekanan darah/hopertensi) dan frasium (obat  penenang).  

    Selain itu, juga diberikan ketorolac 30 mg untuk obat nyeri sedang dan tramifen untuk obat nyeri.

    Dipaparkan Wellem Mintarja Cs, kuasa hukum terdakwa CN , adanya kejanggalan atas obat-obatan yang diberikan dokter pada korban Oscarius itu memang terbilang janggal. 

    "Korban lukanya lecet, kok dikasih obat sakit asam lambung,  obat demam ,  obat tekanan darah/hopertensi dan  penenang.  Ini jelas tidak relevan dengan luka lecet yang diderita korban. Terlebih lagi, pada Berita Acara Pemeriksaan (BAP) juga ada CT -scan kepala," cetus Wellem Mintarja  dengan nada penuh keheranan.

    Adanya pemeriksaan CT-scan kepala pada korban itu , tidak ada korelasinya dengan luka lecet. "Apakah luka lecet itu mengakibatkan sampai begitu (parah-red), kok sampai dilakukan CT-scan kepala. Kondisi ini jelas  janggal dan tidak relevansinya  dengan apa yang diderita korban," ungkap .


    "Apakah  luka lecet bisa menyebabkan  efek seperti itu. Hal ini menjadi  pertanyaan kami. Jelas, tidak  ada korelasi luka lecet yang diderita korban," tukasnya.


    Dalam BAP ada CT- Scan kepala tidak ada hubungannnya dengan luka lecet, apakah tulang tersebut retak atau patah . 

    "Kami tidak bisa simpulkan sendiri, tergantung fakta persidangan. Harapan kami sidang berikutnya dokter visum bisa hadir dalam persidangan. Sehingga fakta persidangan terkuak nantinya,'" kata Wellem Mintarja. 

    Dalam kesempatan itu , Wellem mengharapkan, dokter visum bisa hadir di persidangan pekan depan. Kalaupun tidak bisa hadir, akan dimasukkan dalam pembelaan nantinya.

    Sebagaimana diketaitu , pada sidang sebelumnya dua saksi dihadirkan, yakni 
    Imam Bukhori--perekam video saat kejadian--dan Soni Wibisono, yang waktu itu berada di tempat kejadian perkara (TKP).

    Kedua saksi menerangkan, bahwa terdakwa CN tidak melakukan penendangan atas korban Oscarius yang mengenai kakinya.  


    ” Tidak, tidak ada ada penendangan  itu Yang Mulia, ”  tukas Imam Bukhori dan  Soni Wibisono.


    Atas kasus ini , hakim ketua Maxi Sigarlaki dalam beberapa kali persidangan menyesalkan kasus begini sampai ke pengadilan.  

    "Kasus begini,  kok sampai di pengadilan. Mestinya, kasus seperti ini cukup sampai di kepolisian saja," kata hakim Maxi seraya menggelengkan kepala pada sidang sebelumnya di PN Surabaya.  (ded)
    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Kuasa Hukum Wellem Mintarja Cs Sesalkan Dokter Visum Tak Hadir, Beberapa Obat Bukan Untuk Luka Lecet Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas