728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 04 Juli 2019

    Hakim Ragukan Hasil Visum Dokter, Kasus Begini Kok Jadi Perkara

        Wellem Mintarja & Rekan


       Dua saksi memberikan keterangan 


    SURABAYA (mediasurabayarek.com) -  Sidang dugaan  penganiayaan yang menyeret  Christian Novianto (CN) menjadi terdakwa, kembali digelar di ruang Sari 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, dengan agenda pemeriksaan  dua saksi  yang meringankan (a de charge), yang diteruskan dengan pemeriksaan terdakwa, Kamis (4/7/2019).

    Kali ini,  Wellem Mintarja Cs, kuasa hukum terdakwa CN menghairkan dua saksi meringankan, yakni Imam Bukhori--perekam video saat kejadian--dan Soni Wibisono, yang waktu itu berada di tempat kejadian perkara (TKP).

    Dalam keterangannya di muka persidangan, saksi Imam Bukhori  menyatakan ,bahwa dia yang merekam dan mengabadikan atas kejadian perkara dugaan penganiayaan tersebut.


    ” Seingat saya, ketika itu ada seorang  warga perumahan Wisata Bukit Mas (WBM)  yang hendak melakukan perbaikan  rumahnya, yakni Pak Niko. Lalu atas perintah  manajemen PT. Bina Maju Multi Karsa (BMMK) melarang karena belum mendapatkan ijin , ” ujar  Imam  Bukhori.

    Namun demikian, kata Imam, perihal penendangan yang dilakukan terdakwa kepada Oscar (korban),  dia tidak melihat  kejadian penendangan atas Oscar yang mengenai kakinya.

    ” Saya tidak melihat Pak Chris (sebutan terdakwa) menendang pak Oscar. Saya justru, tahunya pak Oscar yang mau nyerang pak Chris. Lantas  dilerai dan Oscar ditarik ke belakang. Dan kesandung pembatas taman,” cetus Imam dengan nada polos.


    Pernyataan serupa diungkapkan oleh Soni Wibisono, saksi kedua yang membenarkan keterangan yang disampaikan Imam Bukhori.  Intinya, tidak ada penendangan yang dilakukan terdakwa CN ke Oscar.

    ” Tidak, tidak ada ada penendangan  itu Yang Mulia, ”  tukas Sonik Wibisono.


    Spontak Ketua Majelis Hakim Maxi Sigarlaki meminta kuasa hukum terdakwa untuk memutar rekaman video ketika kejadian perkara tersebut. Pemutaran video itu disaksikan oleh kedua saksi, tim kuasa hukum terdakwa dan tidak ketinggalan  Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan dari Kejari Surabaya.

    Sejurus kemudian,  kuasa hukum terdakwa juga memperlihatkan  foto kaki Oscar, sebelum dan sesudah di visum oleh dokter. Nah, ketika meneliti bukti  foto dan video tersebut, Majelis hakim hanya  tersenyum dan" menggelengkan kepala. 

    "Gini (kasus begini-red)  kok jadi perkara (di pengadilan-red)  dari video rekaman ini," kata hakim Maxi sambil menggelengkan kepala.

    Lantas Hakim Maxi melanjutkan dengan melakukan pemeriksaan terdakwa CN.  Terdakwa menceritakan perihal kasus dugaan  penendangan atas Oscar, sama persis dengan yang diceritakan kedua saksi,  Imam Bukhori dan Soni Wibisono.

    Sementara itu, hakim anggota, Rochmad juga menanyakan pada terdakwa CN apa benar melakukan penendangan terhadap Oscar. 

    "Tidak pak hakim, saya tidak melakukan penendangan," tandas terdakwa CN.

    Lantas, hakim Rochmad bertanya tentang keperluan anggota POMAL yang mendatangi perumahan WBM tersebut.  


    Dipaparkan terdakwa CN, kala itu ada seorang anggota POMAL yang mendatangi kawasan perumahan WBM dan menanyakan perihal SOP. 

    "Saya jelas apa adanya pada anggota POMAL itu. Eh...tahu-tahu pak Oscar datang dan membentak saya. Dia bilang kamu jangan sok tahu. Lantas, Oscar mau menyerang saya. Tetapi, saya diam saja. Saya tidak melakukan penendangan," tukas terdakwa.

    Atas pengakuan terdakwa inilah, hakim ketua Maxi meminta JPU menghadirkan dokter visum yang memeriksa Oscar agar kasus ini menjadi terang benderang nantinya.



     ”Tolong Jaksa, supaya menghadirkan dokter visum pada pekan depan ya," harap hakim Maxi.

    Mendengar hal tersebut,  JPU Suparlan langsung menyatakan siap menghadirkan dokter visum pada sidang Kamis (11/7/2019) mendatang. "Siap Yang Mulia, kami akan hadirkan dokter visum itu," imbuh  JPU Suparlan.


    Tak lama berselang, JPU Suparlan menunjukkan barang bukti berupa sandal karet yang diduga dipakai terdakwa menendang Oscar. Menyaksikan sandal tersebut, lagi-lagi hakim Maxi tersenyum simpul.

    Seusai persidangan, kuasa hukum terdakwa ,  Wellem Mintarja  menegaskan, bahwa  bukti sandal jepit dan hasil visum yang ditunjukkan dalam fakta persidangan membuktikan bahwa  pasal yang di dakwakan kepada kliennya, CN  kurang memenuhi.

    Dijelaskan Wellem, berdasarkan hasil visum dokter yang disampaikan di persidangan tadi, juga diakui saksi korban (Oscar-red)  hanya menderita luka lecet saja.

    "Pengakuan saksi korban bahwa dia  mengalami kerugian untuk biaya pengobatan sekitar  Rp 500 ribu saja," kata Wellem. (ded)
    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Hakim Ragukan Hasil Visum Dokter, Kasus Begini Kok Jadi Perkara Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas