728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 27 Juni 2019

    Terdakwa Jemy Dituntut 2 Tahun, Kuasa Hukum Menilai Terlalu Tinggi

        Kuasa hukum Yacob& Rudolf


       Sidang terdakwa Jemy

    SURABAYA (mediasurabayarek.com)  – Sidang lanjutan perkara dugaan pemalsuan dokumen proyek pembangunan Bandara Dhono Kediri, Jawa Timur, dengan terdakwa Jemy alias Sigit Jemy Sumargo, kini telah memasuki tahap pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) di ruang Sari 2  Pengadilan Negeri (PN) Surabaya , (25/06/2019).

    Dalam surat tuntutannya, JPU Winarko dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, menyatakan bahwa terdakwa Jemmy telah terbukti bersalah telah melakukan pemalsuan surat sebagaimana diatur dalam pasal 263 ayat (1) KUHP.


    JPU Winarko  memohon kepada majelis hakim yang diketuai Tjokorda Gede Arthana untuk menghukum terdakwa dengan pidana selama 2 tahun penjara.

    ”Kami memohon kepada majelis hakim PN Surabaya yang mengadili perkara ini, untuk menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 2 tahun penjara kepada terdakwa Jemy alias Sigit Jemy Sumargo,” ujar  JPU Winarko. 

    Setelah mendengar tuntutan JPU, hakim Tjokorda kemudian memberi kesempatan kepada terdakwa untuk mengajukan Nota pembelaan (Pledoi) pada sidang yang akan digelar Kamis (27/6/2019).


    ” Silahkan mengajukan pledoi yang dilakukan kuasa hukum maupun terdakwa sendiri” kata hakim  Tjokorda.


    Seusai persidangan, kuasa hukum terdakwa, Rudolf Ferdinand Purba SH MH dan Yacob menyatakan, terdakwa Jemy yang dituntut 2 tahun penjara  oleh JPU dinilai terlalu tinggi.

    "Bukan terdakwa yang membikin surat (MoU-red)_tersebut, tetapi yang bikin surat adalah PT Waskita Karya," kata Rudolf dan Yacob.

    Oleh sebab  dasar itulah, perbuatan terdakwa yang dijerat  pasal 263 ayat (1) KUHP tentang pemalsuan surat itu, jelas tidak tepat dan tidak sesuai dengan fakta persidangan. 

    "Dakwaan JPU itu tidak terbukti, kami keberatan dengan tuntutan JPU tersebut dan menilai tuntutan atas terdakwa Jemy terlalu tinggi," kata Rudolf Ferdinand Purba SH MH.


    Menurut Rudolf, terdakwa Jemy tidak menyebabkan kerugian material yang dialami oleh PT Waskita Karya. Lagian, terdakwa juga tidak mendapatkan uang sepeserpun atas surat MoU yang ditandatangani.

    Jemy  yang berprofesi sebagai penjual tembakau dan kontraktor pengurukan itu, tidak mendapatkan apapun dari MoU tersebut.  Mengingat dakwaan JPU yang tidak sesuai dengan fakta persidangan, maka terdakwa layak dibebaskan dari segala dakwaan.

    Sebagaimana berawal pada bulan November 2018, terdakwa Jemy alias Sigit Jemy Sumargo, bertempat di kantor PT. Waskita Karya (persero) Tbk cabang Surabaya alamat di Jl. Jemur Sari Selatan II No.2 A Jemur Wonosari Wonocolo Surabaya, diduga membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak, perikatan atau pembebasan hutang, atau yang diperuntukkan sebagai bukti daripada sesuatu hal dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak di palsu.


    Namun fakta persidangan menunjukkan bahwa dakwaan JPU itu tidak terbukti dan terdakwa Jemy bukan yang membuat surat MoU tersebut, tetapi PT Waskita Karya yang membuat surat tersebut.   (ded)
    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Terdakwa Jemy Dituntut 2 Tahun, Kuasa Hukum Menilai Terlalu Tinggi Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas