728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 27 Juni 2019

    Manfaatkan Perang Dagang Cina-Amerika, Genjot Ekspor Nasional




    SURABAYA (mediasurabayarek.com) - Kondisi pasar global yang belum stabil, diyakini berpengaruh terhadap turunnya kinerja ekspor produk Indonesia ke negara lain.

    Namun demikian, di tengah-tengah kelesuan yang menyebabkan pertumbuhan ekspor dalam negeri , ternyata masih menyimpan peluang ekspor masih bisa terkerek naik nantinya.

    “Kami manfaatkan perang dagang antara Cina dan Amerika Serikat,” ucap Ketua DPD Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Jawa Timur, Isdarmawan Asrikan dikonfirmasi media massa di Hotel Whyndham, Selasa (25/6/2019).

    Menurutnya, perang dagang antara Cina dan Amerika Serikat, menjadi momentum paling tepat untuk dimanfaatkan dalam rangka menaikkan peluang produk ekspor Indonesia, termasuk yang dilakukan eksportir di Jawa Timur.

    Alasannya, produk-produk ekspor Indonesia, seperti garmen, sepatu dan sektor perikanan, di antaranya udang dan ikan peluangnya masih cukup bagus.

    “Termasuk komoditi makanan, misalnya kopi dan kakao atau cokelat,” katanya di sela Halal Bihalal (Halbil) Forum Komunikasi Asosiasi Kepelabuhanan Tanjung Perak yang berlangsung di Surabaya.

    Meski begitu, Isdarmawan mengaku, masih ada sedikit hambatan untuk menaikkan posisi ekspor dalam negeri. Problem yang dirasakan dunia usaha tersebut terkait kebijakan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat dan daerah.

    “Kami mengusulkan, perlu dibentuk task force,” cetus a Pak Is--begitu sapaan akrab Isdarmawan Asrikan sehari-harinya.

    Task force itu untuk meningkatkan ekspor Indonesia ini, jelas Pak Is, berasal dari kalangan pemerintahan, dinas terkait dan dunia usaha. Selanjutnya, task force tersebut melakukan inventarisasi hambatan termasuk solusinya serta menginventarisasi pasar untuk mengembangkan pasar-pasar non tradisional.

    “Kunci utama di masalah ekspor adalah daya saing yang masih kalah dibanding negara tetangga, seperti Vietnam, Thailand yang cukup agresif,” cetus Isdarmawan.

    Apalagi, di Jawa Timur yang lebih didominasi sektor manufaktur, hampir 70% bahan bakunya masih impor. Hal ini, lanjutnya, harus diupayakan semaksimal mungkin agar tercipta substitusi, meski dari beberapa data impor tercatat naik.

    “Sebenarnya ada juga barang modal, seperti mesin dan lain sebagainya yang belum bisa langsung dirasakan. Untuk pabrik-pabrik, mungkin baru dirasakan sekitar akhir tahun atau awal tahun depan. Dengan harapan, kalau industri-industri nanti bisa bergerak bagus, saya optimis ekspor kita bisa naik,” ungkap Isdarmawan .

    Hal senada diungkapkan Ketua Forum Asosiasi Kepelabuhanan Tanjung Perak, Hengky Pratoko SH. "Kami mendukung  peningkatan kinerja ekspor nasional nantinya. Lagi pula, Pelindo III memberikan sinyal bahwa kami ini (ALFI/Asosiasi Logisttik-Forwading Indonesia -red) akan tetap digandeng dan tidak ditinggalkan," katanya.


    Hengky Pratoko yang juga menandatangani kesepakatan bersama itu, mendukung penuh langkah GPEI untuk menggenjot ekspor dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

    Menyoal kesepakatan bersama itu, Isdarmawan berharap, ada keuntungan yang diperoleh melalui mitra dialog dan komunikasi untuk mengerek naik posisi ekspor dalam negeri, khususnya di Jawa Timur.

    Bahkan, keyakinan tersebut ditambah dengan 700-1000 petani kakao mitra binaan aktif GPEI Jatim yang tersebar di Pacitan, Trenggalek, Blitar, Malang dan Bondowoso.

    “Makanya, pabrik-pabrik cokelat yang ada di Singapura dan Johor Baharu Malaysia untuk mencari bahan baku (kakao/cokelat, red) sampai merelokasi diri ke Gresik. Ini juga peluang yang harus ditangkap agar dikembangkan para petani di Jawa Timur,” tukas Pak Is didampingi 6 ketua asosiasi kepelabuhanan yang mendukung GPEI Jatim.

    Selain itu, GPEI Jatim juga mendorong potensi garmen dan udang, termasuk furnitur serta produk sepatu dan makanan seperti kopi. Sebab, Indonesia salah satu surga kopi dunia, termasuk kakao atau cokelat. “Makanya, saya punya program membantu petani kakao yang 1000 orang tersebut,” cetusnya.  (bil/ded)      


    Facebooke
    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Manfaatkan Perang Dagang Cina-Amerika, Genjot Ekspor Nasional Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas