728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 14 Mei 2019

    Keterangan Dua Saksi Tergugat Ditolak, Dianggap Gugur Dan Cacat Hukum









    SURABAYA (mediasurabayarek.com) -   Keterangan dua saksi yang dihadirkan  dari tergugat, yakni Tauhid  dan M Zainul Arifin--keduanya sama-sama pensiunan TNI-AL-- ditolak oleh kuasa hukum penggugat, Agung Silo Widodo Basuki SH maupun  Andry Ermawan SH di ruang sidang Garuda 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (13/5/2019).


    Penolakan keras disampaikan langsung oleh Agung Silo Widodo Basuki SH maupun  Andry Ermawan SH di muka persidangan, karena dalam sidang sebelumnya, Senin (6/5/2019) , kedua saksi tergugat berada dalam ruang sidang dan mendengarkan langsung keterangan saksi yang dihadirkan penggugat, yakni Ahmad Fauzi.


    "Kami keberatan atas keterangan kedua saksi tergugat ini, pak hakim. Karena kemarin (sidang yang lalu-red), mereka berdua ada di persidangan. Dalam aturannya, saksi tidak boleh ada di dalam ruang sidang," ucap Agung Silo Widodo Basuki SH dengan nada protes keras pada Hakim Ketua, Dede Suryaman di PN Surabaya, Senin (13/5/2019).

    Menurutnya, kedua saksi tergugat yang turut mendengarkan keterangan yang disampaikan saksi penggugat, Ahmad Fauzi pada sidang sebelumnya adalah pelanggaran kode etik beracara dan dianggap cacat hukum.

    "Keterangan kedua saksi tergugat itu gugur demi hukum. Seharusnya keterangan mereka berdua diabaikan oleh hakim," kata Agung Silo Widodo Basuki SH.


    Mendengar protes keras  dari kuasa hukum penggugat tersebut, hakim ketua Dede Suryaman berjanji akan mencatat hal itu. "Baiklah, keberatan kuasa hukum penggugat akan kami catat itu," cetus hakim Dede Suryaman.

    Dalam sidang lanjutan gugatan perbuatan melawan hukum (PMH)  atas perubahan surat tanah petok dan tranksasi jual- beli tanah yang diajukan oleh penggugat (Ny Soekijah, Teguh Budiyanto, Nur Setiawan, Nurul Sulikhah, Wahyu Heri Purnomo, Dading Setyajid, Fitria Prihatin),   melawan tergugat (Ny Ratna Kustari, Dwi Ratna Wardani, Kantor Kelurahan Asemrowo, Agam Tirto Buwono, BPN 1-Sambikerep) ini, berlangsung sedikit memanas.





    Saksi  Tauhid adalah penjaga tambak  yang mengenal  Sukiaji dan Ratna Kustari. "Saya menjaga Tambang Pring dan mengontrak tambak seluas 3 hektar  dari Ratna Kustari selama 4 tahun lamanya. Namun begitu saya tidak sampai melihat surat kepemilikan tanah. Sebelum saya menyewa tanah itu, Tarwi pernah menyewa tanah dari Ratna," katanya. 

    Hakim ketua Dede Suryaman menanyakan apakah selama menyewa tanah itu pernah mendapatkan gangguan.

    "Tidak ada gangguan selama mengontrak tanah itu.  Saya menyewa tanah itu mulai tahun 1986 sampai sekarang ini," cetus Taufik.

    Sementara itu, kuasa hukum tergugat, Sugijanto SH menyatakan, apakah saksi mengetahui bahwa Sugito adalah saudara Sukiaji dan diarahkan pada Ratna, bila ingin menyewa tanah itu.

    "Saya tidak tahu hal itu, pak. Setahu saya, tanah itu ada yang ngapling dan berdiri 24 rumah di kawasan tersebut.  Saya tidak tahu apakah tanah itu sudah terbit sertifikat atau belum," ungkap Tauhid.


    Namun demikian, saksi Tauhid mengakui pernah membantu BPN atas perintah Agam untuk pengukuran tanah. "Tanah itu oleh pak Agam dipagari pada tahun 2016 lalu. Dari 24 rumah itu milik  Dulhari, Abdul Rahman, Sunda, Mosleh,  Ahmad S, Muhadi, Nafsi , Yapino, Riyanto,  Alex,Zainal, Toyin, Muzadin, dan Muarif," tukasnya seraya membuka handphone (HP) miliknya yang menyimpan nama-nama pemilik puluhan rumah tersebut.


    Hingga saat ini, batas  pagar Agam ada  yang terlihat rusak dan roboh.  "Saya tidak tahu apakah mereka membayar lewat Fauzi atau tidak, pak," tandasnya.


    Dalam kesempatan itu, Agung Silo Widodo Basuki SH maupun  Andry Ermawan SH menanyakan apakah saksi Tauhid dibuatkan perjanjian sewa-menyewa tanah dengan Ratna.

    "Ya, benar. Saya dibuatkan kontrak perjanjian sewa-menyewa dengan  Ratna. Tetapi, perjanjian itu disimpan bapak saya dan  telah meninggal dunia. Tanah itu sudah dijual," kata Tauhid  yang juga  RT Tambak Pring ini. 

    Seingat saksi Tauhid , dirinya pernah dibawa menjumpai Agam dan Wenas. Bahkan, saksi pernah melihat ada tulisan yang dipasang oleh Polda Jatim pada tanah sebelah utara. Namun demikian, tanah itu tidak ada kaitannya dengan perkara ini. 


    Kuasa hukum penggugat   Andry Ermawan SH bertanya pada Tauhid , yang berperan sekali dalam tanah tersebut, mengetahui yang ngapling tanah, pengukuran tanah dan lainnya.

    "Apakah saksi nggak dikasih surat kuasa ?," tanya Andry Ermawan pada Tauhid.


    Saksi Tauhid menjawab, bahwa dirinya hanya dikasih surat untuk menjaga tanah dan mendapatkan upah dari Agam. 

    Hakim ketua Dede Suryaman menegaskan, bahwa saksi Tauhid  mendapatkan upah dari Agam. Namun begitu, saksi pernah melihat surat gugatan, tetapi tidak melihat isinya.

    "Saya pernah menjadi saksi dalam gugatan. Namun, saya tidak mengikuti sampai putusan MA. Pemilik tanah dari Ratna ke Agam. Agam tidak pernah menjual tanah itu sampai sekarang," kata saksi Tauhid.

    Dijelaskan Tauhid ,  dia tidak paham sampai batas mana tanah milik Agam dan Big Brothers tersebut. 

    Sedangkan keterangan saksi  M. Zainul Arifin Sukardi hanya mengenal Sukijah dan Setiajid. 

    "Saya pernah diutus oleh Wenas untuk menemui Sukijah pada 4  Oktober  2018 lalu. Saya menuju ke Jl  Asem JajYa V No. 1 Surabaya, alamat Ibu  Sukijah dan anaknya," kenang saksi Zainul Arifin.


    Saksi Zainul Arifin, hanya disuruh menanyakan tentang kebenaran  Sukijah menggugat  Agam (adik Wenas-red) masalah tanah, khususunga SHM milik Agam Tirto Bhuwono. 

    "Saya ketemu Sukijah dan Fitri. Tetapi, mereka tidak pernah menggugat Agam. Lantas, saya diarahkan pada Teguh, sebagai anak tertua dan menjabat sebagai -manager PT Suparma. Teguh tahu Agam dan tidak pernah menggugat Agam. Teguh hanya minta jangan ganggu dan biarkan tenang," kata Zainul Arifin.

    Itu adalah tanah milik Sukiaji dan sudah dipindah tangankan pada Agam. 


    Sebelum mengakhiri persidangan, hakim ketua Dede Suryaman mempersilahkan pihak penggugat maupun tergugat menanggapi perkara ini dalam kesimpulan saja.

    Namun demikian, pihak tergugat meminta majelis hakim untuk menghadirkan saksi ahli pada Senin (20/5/2019) mendatang.


    "Baiklah, kalau tergugat akan menghadirkan saksi ahli nantinya," kata hakim Dede Suryaman seraya mengetukkan palunya, sebagai pertanda sidang ditutup dan dilanjutkan pekan depan.  (ded)

      



    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Keterangan Dua Saksi Tergugat Ditolak, Dianggap Gugur Dan Cacat Hukum Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas