728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 14 Februari 2019

    Berdalih Sakit, Dua Bos Sipoa Divonis 3 Tahun dan 6 Bulan



    SURABAYA (mediasurabayarek.com) – Sidang putusan  perkara penipuan apartemen Royal Afatar World (RAW), yang menyeret dua bos Sipoa Grup, yakni Budi Santoso dan Klemen Sukarno Candra, dibacakan majelis hakim tanpa kehadiran para terdakwa yang beralasan sakit demam dan perut.

    Dalam sidang yang dipimpin  hakim ketua, I Wayan Sosiawan SH MH  menyatakan, persidangan kasus ini sudah terlalu lama dan berjalan tujuh (7) bulan lamanya.

    Padahal, sesuai petunjuk Mahkamah Agung (MA) sidang paling lama memakan waktu lima (5) bulan saja. "Kami khawatir akan terkena teguran dari MA. Makanya, sidang putusan terhadap kedua terdakwa tetap dibacakan hari ini, meskipun tanpa kehadiran kedua terdakwa di persidangan," ucapnya.

    Menurut hakim ketua I Wayan Sosiawan, pihaknya telah memberikan kesempatan yang luar biasa bagi terdakwa untuk melakukan pembayaran dan melunasi uang milik para korban.

    Ada sebanyak 71 orang pembeli apartemen RAW yang telah membayar sebesar Rp 12,5 miliar. 

    "Kami sudah seringkali menunda sidang dan memberikan kesempatan pada terdakwa untuk membayar lunas uang milik korban yang telah dibayarkan itu. Kami tidak bisa digantung terus-menerus begini. Putusan tetap harus dibacakan pada hari ini, karena hal itu diperbolehkan oleh MA, tanpa kehadiran kedua terdakwa di persidangan," ujar I Wayan Sosiawan.




    Ketua majelis hakim I Wayan Sosiawan menyatakan,  kedua terdakwa secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penipuan sesuai ketentuan pasal 378 jo 55 ayat 1 KUHP.

    “Menjatuhkan pidana penjara masing-masing 3 tahun dan 6 bulan,” ucap  hakim ketua, I Wayan Sosiawan SH MH ketika  membacakan amar putusannya, di ruang sidang Cakra PN Surabaya, Kamis (14/2/2019).

    Majelis hakim menilai perbuatan terdakwa merugikan para konsumen RAW serta menghilangkan kepercayaan publik terhadap para pengembang properti.

    Namun demikian, adanya pengakuan dan penyesalan terdakwa serta adanya pengembalian sebagian uang, dijadikan pertimbangan yang meringankan  hukuman terdakwa.

    Ini mengingat, tuntutan Jaksa PenuntutUmum (JPU) Novan Arianto dari Kejati Jatim  dengan hukuman 4 tahun penjara.

    Sebagaimana diketahui, atas kasus ini, para terdakwa dijerat dengan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. 

    Sedangkan tersangka Klemen Sukarno Candra dijerat Pasal 372 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

    Ihwal kasus ini bergulir, ketika adanya  laporan Syane Angely Tjiongan dengan nomor laporan LPB/1576/XII/2017/UM/JATIM. Mewakili 71 orang pembeli apartemen Royal Avatar World di Jl Wisata Menanggal Waru Sidoarjo, dirinya melaporkan kedua tersangka.

    Laporan ini terkait dugaan penipuan jual beli apartemen RAW. Penyebabnya, janji pihak developer yang akan menyelesaikan bangunan apartemennya pada 2017 ternyata tidak ditepati. Padahal, tahun itu juga dijadwalkan dilakukan serah terima unit apartemen.

    Bahkan hingga saat ini tahap pembangunan apartemen ini juga belum dilaksanakan. Padahal sebagian pembeli sudah melakukan pembayaran dan total uang yang masuk developer diperkirakan sekitar Rp 12 miliar sesuai bukti kuitansi pembelian.


    Meskipun adanya pengembalian dana milik pembeli RAW, namun belum seluruhnya dilakukan oleh terdakwa.  (ded/far)
    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Berdalih Sakit, Dua Bos Sipoa Divonis 3 Tahun dan 6 Bulan Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas